Teknis Evakuasi WNI di China, Menkes Terawan Tunggu Hasil Diplomasi Kemenlu

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:40 WIB
Teknis Evakuasi WNI di China, Menkes Terawan Tunggu Hasil Diplomasi Kemenlu
Menteri Kesehatan Dr. Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan saat mendatangi kantor Huawei di Wisma BRI 2, Jakarta, Kamis (23/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pemerintah Indonesia lewat arahan Presiden Jokowi memastikan akan mengevakuasi 249 WNI yang masih terisolasi di China akibat merebaknya virus corona di negara tersebut.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan dirinya tengah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk membicarakan teknis mengevakuasi para WNI di China, mengingat saat ini terdapat ratusan WNI tersebar di seluruh China.

"Maka Ibu Menlu tadi langsung bertindak dengan melakukan koordinasi yang selama ini sudah dikerjakan, tinggal diintenskan kemudian, supaya pelaksanaan berjalan lancar. Karena 249 orang ini tidak terkumpul, tapi tersebar. Kalau kita terburu-buru, yang terangkut hanya sebagian, kan nggak nyaman juga. Kita ingin sekali diizinkan tetapi semuanya terangkut," ujar Menkes Terawan saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Tidak menunggu waktu lama, setelah Presiden memutuskan, kementerian-kementerian terkait langsung kerja cepat melakukan tugasnya, termasuk Kementerian Luar Negeri yang harus melakukan sejumlah langkah diplomasi. Apalagi, mengingat China saat ini masih mengunci wilayah yang terdampak paling parah, seperti Wuhan di Provinsi Hubei.

"Ya mulai hari ini, mulai detik ini, kan namanya sudah perintah. Namanya (perintah operasi) harus segera dilaksanakan," kata Menkes.

"Jadi tadi kami mendengarkan arahan langsung, perintah langsung evakuasi segera. Jadi itu artinya rencana operasi jadi perintah operasi. Perintah operasi, ya sudah tinggal dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri. Namanya itu seni diplomasilah, seperti kita kalau melamar supaya bisa diterima lamarannya bagaimana, kan seni diplomasi," lanjutnya.

Adapun teknis membawa para WNI ini, dikabarkan pemerintah akan menyewa pesawat komersil. Namun sayangnya, Menkes Terawan tidak bisa memastikan hal tersebut. Kata dia, menggunakan apapun itu, yang terpenting adalah proses bisa berjalan dengan lancar.

"Kita lihat nanti sesuai dengan deal-deal yang ada dengan mereka (otoritas China). Kan ini menyangkut perizinan terbang dan sebagainya. Kita cari, tidak mencari fix harus pakai apa, yang paling penting paling lancar dengan apa," katanya.

Kemenkes sendiri memastikan akan melakukan tindakan karantina terhadap WNI yang baru tiba di tanah air. Karantina dilakukan dalam kurun waktu minimal 2 minggu atau 14 hari, untuk melihat perkembangan gejala virus tersebut. Untuk proses karantina ini, Menkes Terawan akan tetap mengedepankan kenyamanan para WNI.

Karantina juga dilakukan demi menepis kekhawatiran di masyarakat jika virus akan tersebar di dalam negeri karena kepulangan para WNI ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknis Karantina Diserahkan ke Kemenkes, Berharap WNI Tak Kena Virus Corona

Teknis Karantina Diserahkan ke Kemenkes, Berharap WNI Tak Kena Virus Corona

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:29 WIB

Kemenlu Pastikan 234 WNI di Wuhan Masih Aman dari Virus Corona

Kemenlu Pastikan 234 WNI di Wuhan Masih Aman dari Virus Corona

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:09 WIB

Bahas Strategi Evakuasi WNI, Menlu Retno Ajak Dubes China ke Kantor

Bahas Strategi Evakuasi WNI, Menlu Retno Ajak Dubes China ke Kantor

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 12:51 WIB

Terkini

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB