Justin Bieber Lakukan Terapi Oksigen Hiperbarik, untuk Apa?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 04 Februari 2020 | 11:49 WIB
Justin Bieber Lakukan Terapi Oksigen Hiperbarik, untuk Apa?
Justin Bieber (Instagram/JustinBieber)

Suara.com - Penyayi Justin Bieber memperlihatkan sisi kehidupannya yang lain dalam video dokumenter berjudul Seasons. Ia mengungkapkan bagaimana kecemasannya di masa kecil menjadi penyebab 'masa kegelapan di hidupnya' di akhir usia belasan dan awal 20-an.

Dia mengaku, di usianya saat itu, ia kecanduan ganja, opioid cair dan obat-obatan.

Kemudian, ketika ia sudah mulai meninggalkan masa kegelapan tersebut, ia didiagnosis dengan gangguan kecemasan, mono kronis dan penyakit Lyme.

Karena kondisinya itu, ia menjalani perawatan campuran dan alternatif.

Meski dirinya mengaku 'bergantung' pada obat anti depresan, ia juga mengungkapkan telah melakukan terapi oksigen hiperbarik di dalam sebuah ruang khusus dan mendapatkan NAD+ yang diberikan melalui infus.

Justin menjelaskan, terapi oksigen hiperbarik yang dilakukannya berfungsi untuk mengatur gangguan kecemasannya.

Ilustrasi ruang terapi oksigen hiperbarik (YouTube/University Hospitalsa)
Ilustrasi ruang terapi oksigen hiperbarik (YouTube/University Hospitalsa)

Terapi ini dilakukan di sebuah ruang tertutup (berbentuk seperti tabung) di mana pasien duduk atau berbaring, sementara tekanan udara ditingkatkan hingga tiga kali lebih banyak daripada tekanan udara permukaan tanah normal.

"Kesehatan mental sangat penting untuk diatasi. Jika kamu punya ADHD, jika kamu punya... sesuatu dan kamu tidak ingin mengonsumsi obat, aku sangat yakin itu (berhasil)," jelas Justin.

Namun, beberapa dokter justru tidak begitu yakin dengan hal ini.

baca juga

Menurut Mayo Clinic, terapi oksigen hiperbarik umumya prosedur yang digunakan untuk mengobati luka bakar, abses otak, dan infeksi lain dalam tubuh.

Penelitian terbaru menunjukkan terapi ini mungkin efektif dalam mengobati kondisi kesehatan mental tertentu seperti depresi , kecemasan dan PTSD .

Tetapi menurut dr. Mark Calarco, National Medical Director for Clinical Diagnostics for the American Addiction Centers, tidak ada studi klinis yang membuktikan terapi oksigen hiperbarik dapat membantu mengatasi kecemasan.

"Jika dilakukan dengan benar dan di lingkungan yang aman, risikonya rendah, jadi mungkin ada beberapa manfaatnya pada setiap individu. Tapi kita idak tahu" ujarnya, dilansir Insider.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini

Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini

Health | Kamis, 16 Januari 2020 | 17:00 WIB

Pengidap Gangguan Kecemasan Sebaiknya Hindari Mengonsumsi 3 Hal Ini

Pengidap Gangguan Kecemasan Sebaiknya Hindari Mengonsumsi 3 Hal Ini

Health | Kamis, 16 Januari 2020 | 16:00 WIB

Derita Lyme seperti Justin Bieber, Gadis Ini Akui Serasa 'Tertabrak Truk'

Derita Lyme seperti Justin Bieber, Gadis Ini Akui Serasa 'Tertabrak Truk'

Health | Selasa, 14 Januari 2020 | 21:02 WIB

Terkini

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

×