Deteksi Dini dan Penanganan yang Tepat Jadi Faktor Utama Atasi Kanker

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 04 Februari 2020 | 16:13 WIB
Deteksi Dini dan Penanganan yang Tepat Jadi Faktor Utama Atasi Kanker
Ilustrasi kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker masih menjadi salah satu penyebab angka kematian di Indonesia tinggi. Menurut data yang dirlilis oleh GLOBOCAN, suatu badan epidemiologi kanker di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2018 kejadian kanker di Indonesia mencapai 350 ribu, dengan angka kematian 200 ribu per tahun.

Hal ini disebabkan oleh terlambatnya penanganan penyakit, meski sebenarnya layanan medis untuk mendeteksi serta menangani kanker cukup berkembang.

"Ada beberapa yang masih menjadi keprihatinan kami, para klinisi, yakni keterlambatan penanganan pasien akibat rasa takut periksa dan pengobatan," jelas ahli hematologi onkologi medik FK-KMK UGM, dr. Mardiah Suci Hardianti, PhD, SpPD-KHOM, Selasa (4/2/2020).

Tak hanya itu, banyak juga pasien yang lebih memilih mencari pengobatan alternatif.

Padahal, kanker tidak dapat ditangani dengan pengobatan atau terapi alternatif saja. Sebab, kanker bukanlah sesuatu penyakit yang bisa sembuh dengan metode pengobatan coba-coba.

(Shutterstock)
Ilustrasi orang sakit (Shutterstock)

"Keterlambatan akibat terapi coba-coba yang paling fatal adalah keterlambatan saat pasien bertemu dokter untuk menjalani pengobatan secara medis petama kalinya hingga menimbulkan kesulitan-kesulitan , serta tentunya penurunan keberhasilan terapi,” tegas Mardiah.

Sesuai dengan tema Hari Kanker Sedunia tahun ini, yaitu I Am and I Will, Mardinah mengatakan pendidikan atau edukasi perlu diberikan kepada masyarakat untuk mendorong mereka melakukan upaya deteksi dini melalui cek kesehatan secara berkala.

Selain itu, mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan apabila merasa ada suatu gejala yang kemungkinan berhubungan dengan kanker.

"Semakin dini kanker ditemukan maka pengobatan akan semakin mudah dan keberhasilan pengobatan akan semakin tinggi. Upaya-upaya deteksi dini menjadi PR bagi kita semua, tidak hanya para pelayan kesehatan dalam masyarakat," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kanker Sedunia, Menteri Terawan Sebut Gaya Hidup Ini Harus Diubah

Hari Kanker Sedunia, Menteri Terawan Sebut Gaya Hidup Ini Harus Diubah

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 15:19 WIB

Hari Kanker Sedunia: Ketahui Sejarah, Tujuan dan Tema untuk Tahun Ini

Hari Kanker Sedunia: Ketahui Sejarah, Tujuan dan Tema untuk Tahun Ini

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 13:38 WIB

Justin Bieber Lakukan Terapi Oksigen Hiperbarik, untuk Apa?

Justin Bieber Lakukan Terapi Oksigen Hiperbarik, untuk Apa?

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 11:49 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×