Ilmuwan Ciptakan Koyo Aroma Daging Panggang, Cara Kerjanya Unik!

Vania Rossa, Risna Halidi

Selasa, 04 Februari 2020 | 17:56 WIB
Ilmuwan Ciptakan Koyo Aroma Daging Panggang, Cara Kerjanya Unik!
Koyo Aroma Daging Panggang. (Oddity Central)

Suara.com - Seorang profesor di bidang psikologi, Charles Spence, menciptakan meat patch atau koyo beraroma daging panggang yang diklaim dapat mengurangi keinginan seseorang untuk mengonsumsi daging. Koyo ini, pada akhirnya, diperuntukkan bagi para pejuang vegan.

Charles yang adalah seorang profesor di bidang psikologis eksperimental dari University of Oxford, Inggris, bekerja sama dengan perusahaan makanan berorientasi tumbuhan yaitu Strong Roots. Keduanya bersama membuat koyo yang ketika digunakan dan digaruk oleh penggunanya, akan mengeluarkan aroma seperti daging panggang.

Ide awal dari penemuan aneh ini adalah bahwa setiap pikiran bawah sadar manusia terkoneksi dengan rasa dan aroma, dan paparan aroma secara berkala dapat mengurangi seseorang mengidam makanan yang dimaksud. "Penelitian telah menunjukkan bahwa aroma dapat mengurangi seseorang mengidam. Kemampuan menghirup hidung kita terhubung dengan kemampuan kita untuk merasakan aroma, misal aroma daging panggang, yang membuat kita memmbayangkan makan daging panggang. Membayangkan memakan daging panggang, dan kita mungkin akan merasa kenyang," kata Spence.

Ia mengklaim karyanya tersebut sebagai koyo beraroma daging panggang pertama di dunia. Cara pakainya sama seperti memakai koyo pada umumnya, yaitu hanya dengan ditempel ke badan. Tapi berbeda dari koyo yang meresap ke tubuh, koyo yang satu ini perlu 'digaruk' agar aroma dapat keluar secara konsisten.

Koyo ini tengah diuji coba di beberapa kota di Inggris, seperti London, Leeds, dan Liverpool. Namun perusahaan Strong Roots mengatakan bahwa sangat mungkin koyo tersebut diperjualbelikan secara lebih luas di kemudian hari. Kepada wartawan, perwakilan Strong Roots mengatakan bahwa koyo ini dapat membantu para vegan dan mereka yang dilarang mengonsumsi daging untuk menghilangkan keinginan mereka mengonsumsi daging.

"Banyak orang kesulitan untuk menjadi vegan, jadi kami berniat membantu dan mengembangkan koyo pertama berbau daging panggang," kata Samuel Dennigan, founder Strong Roots.

Meski sang profesor dan pihak perusahaan merasa yakin dengan penemuan yang mereka hasilkan, tidak begitu dengan mereka yang mengaku pernah menggunakan koyo tersebut. "Kalau saya mencium bau daging panggang, saya mau makan daging panggang. Saya tidak akan merasa puas dengan sandwich keju kalau saya terus mencium bau daging panggang. Mungkin dalam beberapa kasus bisa berhasil, tapi tidak dengan saya, saya akan pergi ke restoran terdekat untuk membeli daging panggang gulung," kata Graham Innes, seorang warga berusia 45 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Baru, Orang  Vegetarian Lebih Kecil Berisiko Mengalami ISK

Fakta Baru, Orang Vegetarian Lebih Kecil Berisiko Mengalami ISK

Health | Jum'at, 31 Januari 2020 | 14:11 WIB

Restoran Vegan Menarik di Jakarta

Restoran Vegan Menarik di Jakarta

Your Say | Senin, 30 Desember 2019 | 11:12 WIB

Pecinta Kuliner, 6 Makanan Ini Akan Jadi Tren di Tahun 2020

Pecinta Kuliner, 6 Makanan Ini Akan Jadi Tren di Tahun 2020

Lifestyle | Rabu, 25 Desember 2019 | 14:55 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB