Metode Terbaru Skrining Kanker Serviks, Lebih Murah dan Akurat

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 05 Februari 2020 | 19:22 WIB
Metode Terbaru Skrining Kanker Serviks, Lebih Murah dan Akurat
Ilustrasi serviks [Shutterstock].

Suara.com - Selama ini, yang kita tahu, selain diberikan vaksin HPV (Human Papillomavirus) untuk mencegah kanker serviks, perempuan (terutama yang sudah menikah) disarankan untuk menjalani papsmear untuk mendeteksi adanya sel kanker di leher rahim atau serviks.

Kini, sebuah temuan metode skrining kanker serviks berhasil dikembangkan RS Kanker Dharmais. Metode itu dinamakan Hybrid Capture 2 DNA HPV, yang bisa mendeteksi adanya virus HPV dalam bentuk DNA yang jadi penyebab kanker serviks. Dengan metode ini, keberadaan virus bisa diketahui bahkan sebelum terjadinya kanker.

"Hal ini akan meningkatkan harapan hidup penderita, menurunkan biaya pengobatan, serta menurunkan angka kematian karena kanker serviks," ujar Direktur Utama RS Kanker Dharmais Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp. THT KL (K), MARS, melalui rilis yang diterima Suara.com, Rabu (5/2/2020).

Metode skrining ini disebut-sebut telah terbukti ampuh menurunkan angka kematian 51 persen dari kanker serviks. Angka yang cukup jauh dibanding papsmer yang hanya 17 persen dan IVA 19 persen.

Tidak hanya itu, dikatakan juga metode HPV DNA ini memiliki tingkat akurasi sangat tinggi mencapai 96 persen. Ditambah tindakan yang dilakukan per lima tahun sekali membuat biaya lebih ekonomis dibanding papsmear yang harus dilakukan satu tahun sekali.

Karena hal inilah, WHO kemudian merekomendasikan tes HPV DNA dibanding metode IVA dan papsmear. Jadilah, Prof. Abdul meminta perempuan yang sudah berhubungan seks dan berusia di atas 30 tahun untuk melakukan skrining kanker serviks.

"Agar wanita usia 30 tahun hingga 50 tahun melakukan skrining kanker serviks secara berkala agar terhindar dari kanker serviks," imbuh dia.

Sementara itu, data terbaru menyebutkan sebanyak 14.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 7.000 perempuan meninggal akibat kanker serviks di Indonesia.

Hal ini menandakan dalam 1 jam terdapat 1 orang perempuan di Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks. Juga berdasarkan data Globocan 2012, kanker rahim di Indonesia jadi kanker tertinggi kedua pada perempuan setelah kanker serviks.

baca juga

Juga data kanker di RS Dharmais pada 2005 hingga 2007 menunjukkan kanker serviks, jadi kanker terganas kedua pada wanita yakni dengan angka 18,3 persen. Bahkan di Jakarta kasus kanker serviks jadi kanker tertinggi kedua dengan perbandingan 9,31 per 100.000 penduduk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kanker Sedunia: Ikuti Pola Makan Ini untuk Memerangi Kanker Serviks!

Hari Kanker Sedunia: Ikuti Pola Makan Ini untuk Memerangi Kanker Serviks!

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 19:15 WIB

120 Ribu Anak Perempuan Terancam Tidak Dapat Vaksinasi HPV Dosis Kedua

120 Ribu Anak Perempuan Terancam Tidak Dapat Vaksinasi HPV Dosis Kedua

Health | Sabtu, 21 Desember 2019 | 15:15 WIB

Kepala BKKBN Dorong Kanker Serviks Masuk Materi Konseling Pranikah

Kepala BKKBN Dorong Kanker Serviks Masuk Materi Konseling Pranikah

Health | Kamis, 28 November 2019 | 06:07 WIB

Terkini

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:00 WIB

×