Kemenkes Ungkap Alasan Indonesia Masih Bebas Corona, Jangan Diragukan!

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 06 Februari 2020 | 20:52 WIB
Kemenkes Ungkap Alasan Indonesia Masih Bebas Corona, Jangan Diragukan!
Ilustrasi paru-paru yang terinfeksi virus corona wuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Kemenkes Ungkap Alasan Indonesia Masih Bebas Corona, Jangan Diragukan!

Di saat virus corona atau novel coronavirus (2019-nCoV) sudah menyebar di 24 negara di berbagai benua. Hebatnya Indonesia masih berstatus zero corona atau belum ada satupun yang terkonfirmasi positif.

Harusnya fakta ini disyukuri, tapi sayangnya masih saja ada yang meragukan Indonesia mendapat status bersih dari corona. Mengingat sebelumnya ada sebanyak 150.000 WNA asal China masuk ke Indonesia setiap tahunnya.

Secara gamblang dan rinci Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono menjelaskan Indonesia sudah bekerja maksimal mendeteksi dan mengantisipasi virus corona yang berasal dari Wuhan, China ini.

Tiga hal yang jadi perhatian

Anung menjabarkan dalam konteks penyakit atau virus seperti ini ada 3 hal yang harus diperhatikan yakni host (orang), agent (penyakit atau virus) dan environment (lingkungan).

Jika berbicara host atau orang Indonesia, seperti diungkap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda. Termasuk juga etnis yang diterpa penyakit di tiap daerah berbeda-beda dengan kemampuan daya tahan tubuhnya. Apakah orang-orang Indonesia kemampuan menahan virus corona, pemerintah masih mendalami hal itu.

"Kekebalan tubuh orang per orang, etnis satu dengan yang lain pada penyakit karena agen tertentu itu berbeda-beda. Inilah yang terus kita monitor, kita ketahui lebih lanjut. Apakah karena faktor-faktor inilah kemudian di Indonesia sampai detik ini tidak ditemukan," terang Anung dalam teleconference di Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).

Faktor kedua, yakni terkait agent atau virus maupun penyakitnya. Dan corona itu termasuk virus baru. Meski begitu sudah banyak diketahui ciri dan sifat virus ini. Seperti mati pada suhu di atas 70 derajat, cara penularan, cara mendeteksi, dan sebagainya.

Selanjutnya environment atau faktor lingkungan di Indonesia misalnya, memiliki suhu tropis atau panas dan hampir banyak orang keluar rumah dan terpapar matahari, juga bisa jadi salah satu penyebaran virus tidak mudah. Tapi sayangnya, ini masih dicari tahu lebih lanjut.

baca juga

"Hidupnya masyarakat lebih banyak di luar ruangan. Apakah ini juga ada pengaruhnya terhadap (infeksi). Semua harus kita scientific (diteliti)," tutur Anung.

Evaluasi kinerja teknis

Meski dari ketiga itu ada berbagai hal yang mungkin harus dievaluasi dan dicek kembali ialah pengetesan secara teknis. Seperti alat yang mumpuni, misalnya cara pengambilan sampel, cara pengetesan, hingga cara menaruh sampel sendiri yang bisa mempengaruhi keakuratan hasil.

"Tapi ini gambaran umum, kami tidak menemukan hal-hal semacam ini terjadi dalam proses yang sekarang dijalankan. Kami masih meyakini sampai dengan saat ini belum ada orang yang terkena infeksi novelcorona virus di Indonesia," jelas Anung gamblang.

Cause of death, tolak ukur Indonesia zero corona

Selain metode pengecekkan, Kemenkes juga punya cara lain memantau apakah Indonesia 'kebobolan' virus corona positif, yakni dengan memantau cause of death atau penyebab kematian yang signifikan. Ada laporan angka kesakitan dengan peningkatan karena pneumonia, yang bergejala batuk, pilek, bersin, dan sesak napas.

"Dalam kejadian kasus corona ini, kami tidak mendapatkan data yang signifikan terhadap peningkatan kematian kejadian pneumonia di Indonesia. Nah, inilah yang juga jadi bahan kajian," paparnya.

"Ada bukti sampai saat ini, kejadian pneumonia yang dilaporkan, karena itu menjadi bagian laporan. Dan tidak ada informasi tentang kematian karena pneumonia, yang cukup meningkat atau sangat banyak atau apa itu belum ada," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Akan Bangun Rumah Sakit Khusus Virus Menular di Pulau Kosong

Indonesia Akan Bangun Rumah Sakit Khusus Virus Menular di Pulau Kosong

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 19:51 WIB

Bayi Pasien Termuda Virus Corona, Tanda Gagal Ginjal Seperti Allan Wangsa

Bayi Pasien Termuda Virus Corona, Tanda Gagal Ginjal Seperti Allan Wangsa

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 20:10 WIB

Kabar Baik, 5 Pasien Virus Corona di Thailand Dinyatakan Sembuh!

Kabar Baik, 5 Pasien Virus Corona di Thailand Dinyatakan Sembuh!

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 19:25 WIB

Terkini

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB