Studi: Kekurangan Vitamin D saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak dengan ADHD

Irwan Febri Rialdi | Rosiana Chozanah
Studi: Kekurangan Vitamin D saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak dengan ADHD
Ilustrasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD (shutterstock)

Ibu hamil yang kekurangan vitamin D berisiko melahirkan buah hati yang memiliki kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Suara.com - Vitamin D atau yang terkadang disebut sebagai 'vitamin sinar matahari' diproduksi di kulit sebagai respons terhadap sinar matahari. Vitamin ini memiliki fungsi penting dan memfasilitasi fungsi sistem kekebalan tubuh yang normal.

Mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup adalah hal yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang serta gigi. Selain itu, vitamin D juga meningkatkan resistensi terhadap penyakit tertentu, menurut Healthline.

Jika tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin D, tubuh berisiko mengalami kelainan tulang, seperti tulang lunak (osteomalacia) atau tulang rapuh (osteoporosis).

Hal ini juga berlaku bagi ibu hamil.  Mengacu pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child dan Adolescent Psychiatry, ibu hamil yang kekurangan vitamin D berisiko melahirkan buah hati yang memiliki kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Posisi tidur ibu hamil kembar (Pixabay/alessandraamendess)
Posisi tidur ibu hamil kembar (Pixabay/alessandraamendess)

Risiko ADHD pada anak yang ibunya mengalami kekurangan vitamin D adalah 34 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan anak yang ibunya memiliki cukup vitamin D selama trimester pertama dan kedua.

Para peneliti dari Universitas Turku di Finlandia, melihat data dari 1.067 anak yang lahir antara tahun 1998 dan 1999 yang didiagnosis dengan ADHD di Finlandia. Data dikumpulkan sebelum pemerintah Finlandia merekomendasikan asupan vitamin D sebanyak 10 mikrogram per hari selama kehamilan.

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan Finnish Maternity Cohort (FMC) yang sangat komprehensif. Itu terdiri dari sekitar dua juta spesimen serum yang dikumpulkan selama trimester pertama dan awal kehamilan kedua.

Penelitian ini menawarkan bukti kuat bahwa tingkat rendah vitamin D selama kehamilan terkait dengan ADHD pada bayi yang dilahirkan, lapor The Heatlh Site.

Para peneliti mengatakan penelitian ini memiliki arti penting bagi kesehatan masyarakat karena ADHD merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum pada anak-anak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS