Peneliti: COVID-19 Bisa Menginfeksi Lebih dari Setengah Populasi Global

Yasinta Rahmawati

Kamis, 13 Februari 2020 | 10:57 WIB
Peneliti: COVID-19 Bisa Menginfeksi Lebih dari Setengah Populasi Global
WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pejabat medis Hong Kong mengklaim bahwa wabah virus corona yang kini memiliki nama resmi COVID-19, dapat menginfeksi lebih dari 60 persen populasi global jika metode penahanan gagal.

Dilansir dari Daily Mail, Profesor Gabriel Leung, ketua kedokteran kesehatan masyarakat di kota itu, juga mengatakan bahkan jika angka kematiannya satu persen, itu masih bisa membunuh jutaan orang.

Jika Profesor Leung benar dan penyebarannya terus meningkat, dengan populasi global saat ini lebih dari 7 miliar, itu berarti virus memiliki potensi untuk menginfeksi lebih dari 4 miliar.

Dan jika satu persen dari orang-orang itu mati, itu berarti akan ada lebih dari 45 juta kematian.

Lebih dari 45.000 orang di hampir 30 negara telah menangkap virus yang belum pernah terlihat, yang dinamai COVID-19. Setidaknya 1.100 telah meninggal.

Para ahli yang mempelajari wabah itu, yang dimulai di kota Wuhan di China, memperkirakan kasus akan terus meningkat.

WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)
WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

Mereka juga mengatakan jumlah sebenarnya akan jauh lebih tinggi daripada angka yang ditunjukkan karena ribuan pasien hanya memiliki gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala.

Harapannya adalah, dengan pengetahuan dan tes diagnostik untuk coronavirus sekarang lebih luas, orang-orang didiagnosis lebih cepat.

Ini berarti mereka dapat dipindahkan ke ruang isolasi untuk menahan penyebaran, yang seharusnya membantu mencegah infeksi mencapai potensi maksimalnya.

baca juga

Tetapi para kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemarin mendesak para ahli virus untuk berhenti 'melemparkan angka-angka yang tidak berdasar'.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan di China setiap hari sudah mulai berkurang, menurun lima dari delapan hari terakhir. Para ilmuwan yang menangani krisis mengatakan itu adalah tanda yang menggembirakan.

Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat kesehatan WHO mengatakan semua orang berbicara tentang tetap tenang dan menjaga populasi kita tetap tenang.

"Mari kita berhati-hati dalam melemparkan angka, spekulasi dan menakuti orang. Saya hanya mengingatkan semua orang untuk tidak mulai melempar angka yang tidak ada dasar untuk saat ini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa Penumpang dari Wuhan ke Bali, Lion Air Klaim Tak Terpapar Virus Corona

Bawa Penumpang dari Wuhan ke Bali, Lion Air Klaim Tak Terpapar Virus Corona

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:54 WIB

Virus Corona Hantam Industri Pariwisata, Ini Kata Angela Tanoesoedibjo

Virus Corona Hantam Industri Pariwisata, Ini Kata Angela Tanoesoedibjo

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:45 WIB

Tidak Benar Pasangan Ini Pesan Wine Pakai Drone Saat Karantina di Kapal

Tidak Benar Pasangan Ini Pesan Wine Pakai Drone Saat Karantina di Kapal

Lifestyle | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:31 WIB

Terkini

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

42 Perusahaan Masuk Radar KLH, Sanksi Berat Menanti Jika Terbukti Bakar Hutan

42 Perusahaan Masuk Radar KLH, Sanksi Berat Menanti Jika Terbukti Bakar Hutan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:09 WIB

×