Serangan Jantung Mendadak Seperti Ashraf Sinclair, Pakar Ungkap Penyebabnya

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 18 Februari 2020 | 14:40 WIB
Serangan Jantung Mendadak Seperti Ashraf Sinclair, Pakar Ungkap Penyebabnya
Ashraf Sinclair. (Dok. Instagram/Ashraf Sinclair)

Suara.com - Serangan Jantung Mendadak Seperti Ashraf Sinclair, Pakar Ungkap Penyebabnya

Kabar duka kepergian suami Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair karena serangan jantung mengagetkan banyak orang. Pasalnya menurut penuturan orang-orang terdekat, Ashraf Sinclair disebut tidak memiliki gejala atau keluhan penyakit jantung.

Apalagi gaya hidupnya yang terbilang sehat dan rajin berolahraga. Hal ini membuat banyak orang penasaran, terlebih usia Ashraf baru 40 tahun, mengapa bisa kena serangan jantung hingga meninggal?

Pakar kesehatan jantung dan pembuluh darah, dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASM mengatakan serangan jantung di usia muda bukanlah tidak mungkin. Hal ini kerap terjadi. Salah satunya, dr. Sally pernah menangani pasien yang mengalami serangan jantung berusia 28 tahun.

"Tapi yang paling sering usia baru berapa. Artinya serangan jantung karena koroner bisa? Bisa. Pasien kita di sini 28 tahun serangan jantung, ada bukan nggak ada," ujar dr. Sally saat dihubungi Suara.com, Selasa (18/2/2020).

Penyakit jantung koroner adalah terjadinya kekurangan aliran darah ke jantung secara tiba-tiba. Jika ini tidak segera ditangani maka yang ditakutkan adalah terjadinya serangan jantung secara mendadak dan bisa berakibat fatal. Hal ini jadi salah satu penyebab kematian mendadak.

Sedangkan penyebab kematian mendadak karena jantung lainnya, bisa juga disebabkan adanya kelainan irama jantung atau yang dikenal aritmia. Nah, kelainan ini biasanya karena faktor genetik atau keturunan, di mana di dalam riwayat keluarganya ada yang memiliki kelainan serupa.

Sayangnya gejala aritmia ini tidak bisa dideteksi atau dikenali, bahkan tidak menimbulkan gejala. Ada salah satu gejala berupa kepala yang sering pusing hingga ingin pingsan, tapi yang sering terjadi ialah tanpa gejala.

"Tadi nggak ada keluhan sering kali, cuman kadang-kadang sering keleyengan kayak mau pingsan, ada tapi jarang. Tapi kebanyakan nggak ada keluhan, dan itu berbahaya," terang dr. Sally.

"Terutama kalau di keluarga, karena ini dia genetik, ada orang bilang keturunan keluarga biasanya ada yang beberapa kaya gitu," sambungnya.

Dokter yang berpraktik di RSCM itu juga menyebut, salah satu yang bisa mendeteksi kelainan irama jantung ini atau aritmia, yakni dengan melihat hasil rekaman jantung.

Itulah mengapa pentingnya medical check up (MCU) bagi orang-orang yang memiliki turunan penyakit jantung bawaan ini, yaitu untuk dilakukan pemantauan dan diagnosis, juga dengan penanganan cepat.

Ashraf Sinclair. (Instagram/@ashrafsinclair)
Ashraf Sinclair. (Instagram/@ashrafsinclair)

"Kalau ditanya bisa dideteksi atau nggak, bisa iya bisa tidak, karena nggak ada gejala awalnya. Cuma kalau kita lihat rekaman jantungnya sering kali bisa terdeteksi. Cuma orang kalau nggak ada keluhan orang nggak periksa. Kalau check up mungkin bisa," paparnya.

"Ada beberapa kelainan tertentu kelainan irama yang bisa ketahuan dari situ," lanjutnya.

Adapun kata dr. Sally, waktu terbaik melakukan MCU ini saat usia menginjak 30 tahun ke atas, dengan periode minimal yakni 1 tahun sekali.

"Karena banyak, ternyata yang udah hipertensi di umur segitu, diabetes, gula, umur 30 an udah muncul, kolesterol apalagi dengan pola hidup sekarang ini. Itu juga akan menskrining ada kelainan bawaan yang sudah ada sebelumnya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BCL Nyanyi Lagu Ini Sebelum Ashraf Sinclair Wafat, Liriknya Buat Merinding

BCL Nyanyi Lagu Ini Sebelum Ashraf Sinclair Wafat, Liriknya Buat Merinding

Entertainment | Selasa, 18 Februari 2020 | 14:17 WIB

Wakil Perdana Menteri Malaysia Berduka Ashraf Sinclair Meninggal Dunia

Wakil Perdana Menteri Malaysia Berduka Ashraf Sinclair Meninggal Dunia

Entertainment | Selasa, 18 Februari 2020 | 14:11 WIB

Berkaca dari Ashraf Sinclair, Usia Muda Makin Rentan Kena Serangan Jantung

Berkaca dari Ashraf Sinclair, Usia Muda Makin Rentan Kena Serangan Jantung

Health | Selasa, 18 Februari 2020 | 14:34 WIB

Terkini

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB