Anak-anak Cenderung Terlindungi dari Corona Covid-19?

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 19 Februari 2020 | 21:06 WIB
Anak-anak Cenderung Terlindungi dari Corona Covid-19?
Dokter Spesialis Pernapasan Anak, Prof. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com -  Anak-anak Cenderung Terlindungi dari Corona Covid-19?

Virus corona atau Covid-19 masih menghantui masyarakat dunia, khususnya China karena korban jiwa sudah mencapai lebih dari 2000 orang.

Tapi di antara seluruh korban jarang ditemui anak-anak yang masih kecil. Rata-rata korban berumur dewasa atau usia lanjut. Jadi, benarkah anak-anak cenderung terlindungi dari Covid-19?

Dokter Spesialis Pernapasan Anak, Prof. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K), tidak bisa menjawab itu dengan gamblang, karena harus ada penelitian lebih lanjut terkait itu, dan sayangnya penelitian tersebut belum ada.

"Cuma memang pada kasus corona kenapa, dari sekian puluh ribu kasus anak sedikit. Tentu menjadi pertanyaan dan perlu penelitian," ujar Prof. Bambang di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Alasan penelitian hingga saat ini belum ada, karena banyak orang masih konsentrasi penanganan secara darurat, apalagi dengan angka kematian masih terus terjadi.

"Ini kan dalam keadaan seperti ini mengatasi emergency-nya dulu. Nanti pasti akan keluar kenapa pada anak itu kok jarang. Apakah karena anak jarang bermain?," imbuh Prof. Bambang.

Sedangkan dari sisi daya tahan tubuh, anak-anak yang masih berusia di bawah 5 tahun cenderung lebih rentan sakit dan terpapar virus. Ini lantaran anak balita belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna.

"Pada anak daya tahannya rentan terutama di bawah usia 5 tahun karena sistem imunnya belum baik. Secara teoritis anak bisa kena, kalau ada human to human transmission anak tertular," paparnya.

Lebih lanjut, kata laki-laki yang berpraktik di RSCM itu menyebut daya tahan akan terbentuk sempurna, saat anak memasuki masa pubertas. Kecuali, si anak mengalami masalah hormon yang sering terjadi pada masa puber, tapi bisa dipastikan sistem imunnya sudah sempurna.

baca juga

"Nomor 1 karena kesempurnaan sistem imun tubuh. Kemudian pada saat dia akil balig (puber), biasanya ada gangguan hormonal sehingga daya tahan tubuhnya menurun," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 WNI yang Bertahan di Hubei Ternyata Mahasiswa Kedokteran

2 WNI yang Bertahan di Hubei Ternyata Mahasiswa Kedokteran

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 21:01 WIB

PMI Dipenjara di Hong Kong karena Curi Masker, KJRI: Sangat Tidak Terpuji

PMI Dipenjara di Hong Kong karena Curi Masker, KJRI: Sangat Tidak Terpuji

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 20:09 WIB

Update Corona Covid-19 di Indonesia, Risiko Sering Olahraga Malam

Update Corona Covid-19 di Indonesia, Risiko Sering Olahraga Malam

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 20:25 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×