Jangan Kebiasaan Mengucek Mata, Ini 5 Dampak Buruknya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 20 Februari 2020 | 19:51 WIB
Jangan Kebiasaan Mengucek Mata, Ini 5 Dampak Buruknya!
Ilustrasi mengucek mata. (Shutterstock)

Suara.com - Anda pasti pernah menggosok atau mengucek mata ketika terasa gatal. Tak jarang orang juga mengucek mata ketika kelelahan menatap layar komputer atau handphone.

Karena, tindakan mengucek mata ini merangsang saraf vagus yang bisa memperlambat detak jantung dan menghilangkan stres.

Tetapi, kebisaan mengucek mata juga bisa menyebabkan penyakit mata, memperburuk masalah mata dan meningkatkan risiko infeksi.

Berikut 5 hal yang bisa terjadi jika Anda terlalu sering mengucek mata seperti yang dilansir dari The Healthy, antara lain:

1. Meningkatkan risiko penyakit mata serius

Menurut Mark Mifflin, seorang profesor oftalmologi di University of Utah di Salt Lake City, mengucek mata terlalu sering bisa mengakibatkan melemahnya kornea dan distorsi kornea yang disebut keratoconus.

Kebiasaan mengucek mata terus-menerus bisa menyebabkan penipisan. Bahkan Anda mungkin memerlukan transplantasi kornea jika kerusakannya cukup parah.

Ilustrasi anak mengucek mata. (Shutterstock)
Ilustrasi anak mengucek mata. (Shutterstock)

2. Merusak kornea

Mengucek mata ketika ada debu atau sepotong bulu mata yang masuk ke dalam mata bisa menyebabkan iritasi. Bahkan tindakan ini berisiko menggaruk atau merusak kornea.

baca juga

Kerusakan kornea ini mungkin bisa terjadi selama satu hingga dua hari, tetapi bisa menyebabkan maag jika tak diobati. Karena itu, lebih baik gunakan air untuk membilas mata Anda.

3. Glaukoma lebih buruk

Jika Anda sudah memiliki masalah mata, lebih baik jangan menggosok atau menguceknya. Glaukoma paling sering disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam mata, yang dikenal sebagai tekanan intraokular (IOP).

Tekanan ini bisa merusak saraf optik yang akhirnya menyebabkan kehilangan penglihatan. Penelitian menunjukkan bahwa mengucek mata bisa meningkatkan tekanan di dalam mata.

4. Rabun jauh lebih buruk

Kebiasaan mengucek mata bisa menyebabkan miopa progresif atau rabun jauh menjadi lebih buruk. Dalam beberapa dekade terakhir, hampir 9,6 juta orang dengan rabun jauh memiliki penglihatan lebih buruk karena kebiasaan mengucek mata.

5. Mata merah dan lingkaran hitam

Mata merah dan lingkaran hitam tidak hanya disebabkan oleh kosmetik atau kurang tidur, tetapi juga kebiasaan mengucek mata.

Karena, kebiasaan ini mungkin menyebabkan pembuluh darah kecil di mata pecah sehingga mata menjadi merah. Sedangkan, lingkaran hitam bisa muncul karena peradangan akibat gesekan pada kelopak mata terus-menerus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktif Main Gadget, Ini 6 Tips Hindari Mata Kelelahan

Aktif Main Gadget, Ini 6 Tips Hindari Mata Kelelahan

Health | Minggu, 09 Februari 2020 | 20:30 WIB

Benarkah Cahaya Biru Komputer Sebabkan Penyakit Mata? Ini Faktanya

Benarkah Cahaya Biru Komputer Sebabkan Penyakit Mata? Ini Faktanya

Health | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 20:55 WIB

Kornea Mata Perempuan Ini Dimakan Bakteri Usai Tidur Pakai Lensa Kontak

Kornea Mata Perempuan Ini Dimakan Bakteri Usai Tidur Pakai Lensa Kontak

Health | Selasa, 07 Mei 2019 | 08:09 WIB

Terkini

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:07 WIB

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:06 WIB

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:04 WIB

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:03 WIB

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:00 WIB

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:55 WIB

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:50 WIB

×