Kemenkes: WNI di Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi Selama 28 Hari

M. Reza Sulaiman

Kamis, 27 Februari 2020 | 05:05 WIB
Kemenkes: WNI di Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi Selama 28 Hari
Petugas kesehatan di Jepang memindahkan penumpang yang positif terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess ke rumah sakit untuk dirawat. (Foto: AFP)

Suara.com - Kemenkes: WNI di Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi Selama 28 Hari

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memang belum memastikan kapan penjemputan 78 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal pesiar Diamond Princess dilakukan. Meski begitu, rencana observasi sudah disiapkan.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. Ahmad Yurianto mengatakan saat ini ada 9 ABK yang positif virus Corona Covid-19 di dalam kapal. Nantinya setelah dijemput, para ABK akan diobservasi selama 2 kali masa inkubasi, alias 28 hari.

Keputusan inkubasi 28 hari itu berdasarkan beberapa pertimbangan. dr Yuri menjelaskan diputuskannya 28 hari masa observasi ditengarai seiring terjadinya kasus positif Covid-19 terutama di China.

Selain itu adanya fakta bahwa warga negara Amerika yang merupakan penumpang Kapal Diamond Princess semula diperiksa hasilnya negatif Covid-19, menjadi positif Covid-19 setelah lebih dari 21 hari.

"Artinya kita harus berhati-hati setelah karantina 14 hari pertama. Ini yang membuat kita berpikir bahwa seharusnya untuk ABK Diamond Princess harus dilakukan observasi setidaknya 2×14 hari," kata dr Yuri, dilansir Sehatnegeriku.com.

Saat ini kapal tersebut masih berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Terkait proses penjemputan, Yuri mengatakan bahwa pada prinsipnya semua ABK akan dijemput namun masih perlu diplomasi antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang.

WNI Kru Diamond Princess mengirimkan pesan video kepada Presiden Joko Widodo melalui ABC Indonesia, Minggu (23/02). [ABC Indonesia/Supplied:Sasa]
WNI Kru Diamond Princess mengirimkan pesan video kepada Presiden Joko Widodo melalui ABC Indonesia, Minggu (23/02). [ABC Indonesia/Supplied:Sasa]

Evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang, sehingga perlu pengaturan khusus soal pemindahan WNI ABK dari Kapal Diamond Princess ke pesawat penjemput. Pasalnya, ABK yang akan dievakuasi tidak mungkin menunggu di bandara seperti penumpang biasa. Para ABK diharapkan secepatnya dapat berpindah dari kapal ke pesawat penjemputan.

"Ini yang akhirnya membutuhkan penjadwalan ketat dan sampai saat ini kami masih belum mendapatkan kepastian kapan akan berangkat untuk menjemput WNI ABK," ucap dr. Achmad.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turis Jepang Positif Corona di Bali, Kemenkes: Dia Tinggal di Hotel Saja

Turis Jepang Positif Corona di Bali, Kemenkes: Dia Tinggal di Hotel Saja

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 17:56 WIB

Mau Pulangkan WNI di Diamond Princess, Jokowi: Tak Segampang Itu Negosiasi

Mau Pulangkan WNI di Diamond Princess, Jokowi: Tak Segampang Itu Negosiasi

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 14:19 WIB

Cerita WNI Awak Kapal Diamond Princess yang Bekerja di Tengah Wabah Corona

Cerita WNI Awak Kapal Diamond Princess yang Bekerja di Tengah Wabah Corona

Banten | Selasa, 25 Februari 2020 | 21:21 WIB

Terkini

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:00 WIB

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

×