Menonton Film Horor Sadis Picu Anak Melakukan Kekerasan? Studi: Belum Tentu

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Minggu, 08 Maret 2020 | 09:44 WIB
Menonton Film Horor Sadis Picu Anak Melakukan Kekerasan? Studi: Belum Tentu
Ekspresi saat membaca kisah horor. (Shutterstock)

Suara.com - Berita mengenai seorang gadis ABG di Taman Sari bunuh bocah 6 tahun menggemparkan banyak pihak.

Seperti yang diberitakan, ABG berinisial NF (16) itu menyerahkan diri ke Polsek Metro Taman Sari Jakarta Barat pada Jumat (6/3/2020) pagi. Dia mengaku telah membunuh korban.

Jasad bocah malang yang merupakan anak tetangganya sendiri itu sempat disimpan di dalam lemari pakaian rumahnya.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku NF justru mengaku merasa puas. Ia bahkan tak sedikitpun menyesali perbuatannya.

Saat polisi menyelidiki lebih lanjut, diketahui fakta bahwa NF punya kebiasan menonton film horor yang memiliki adegan sadis.

Salah satunya, dia suka menonton film Chucky. Di mana menceritakan seorang boneka mainan anak-anak yang bisa hidup dan suka membunuh, sarat adegan kekerasan dan darah.

Dari sana, terungkap motif sementara pelaku melakukan pembunuhan anak tetangganya itu karena terinspirasi dari film horor sadistis.

Lokasi pembunuhan di Sawah Besar. (Suara.com/Arga)
Lokasi pembunuhan di Sawah Besar. (Suara.com/Arga)

Mendengar berita ini, mungkin orangtua menjadi khawatir bahwa film yang mengandung kekerasan dapat memengaruhi anak berbuat kriminal.

Namun sebenarnya, dalam sebuah studi, menunjukkan bahwa film-film bergenre horor dan kekerasan dengan rating 13 tahun ke atas tidak akan mengubah anak menjadi penjahat, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dikutip dari WebMD, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2019 di jurnal Psychiatric Quarterly menunjukkan data baru yang mematahkan teori bahwa film mengerikan memicu kekerasan pada anak.

Para peneliti menemukan bahwa ketika film rating 13 ke atas menjadi lebih ganas antara tahun 1985 dan 2015, angka pembunuhan dan kekerasan secara keseluruhan benar-benar turun.

Ilustrasi menonton film horor. (Shutterstock)
Ilustrasi menonton film horor. (Shutterstock)

"Tampaknya tidak ada film dengan peringkat PG-13 yang berdampak pada pemirsa," kata ketua peneliti Christopher Ferguson, seorang profesor psikologi di Stetson University di DeLand.

Anak-anak dapat memerankan kembali hal-hal yang mereka lihat dalam film selama bermain, kata Ferguson. Tapi hal itu tidak berubah menjadi kekerasan dalam kehidupan nyata, seperti intimidasi atau serangan.

Ia menambahkan bahwa ketakutan dan kecemasan adalah reaksi emosional yang lebih umum usai menonton film kekerasan maupun horor sadis.

Mengutip Huffpost, perlu dilihat faktor risiko serius lainnya yang dapat menyebabkan seseorang menjadi agresif atau kasar. Juga, cara kekerasan dirasakan tergantung pada anak dan usianya, kepekaan unik, temperamen individu, minat pada apa yang dia tonton, dan bahkan rumah serta lingkungan sosial.

Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan orangtua untuk mendampingi anak saat nonton film horor dan lainnya. Sehingga, orangtua dapat membantu anak merespons perasaan dan ketakutan tentang apa yang mereka tonton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Gadis Pembunuh NF, 4 Pembunuhan Ini Juga Terinspirasi Film Horor

Selain Gadis Pembunuh NF, 4 Pembunuhan Ini Juga Terinspirasi Film Horor

News | Sabtu, 07 Maret 2020 | 16:25 WIB

Hobi Nonton Film Chucky Jadi Alasan NF Tenggelamkan Bocah di Kamar Mandi

Hobi Nonton Film Chucky Jadi Alasan NF Tenggelamkan Bocah di Kamar Mandi

News | Sabtu, 07 Maret 2020 | 12:37 WIB

Ada Gambar dan Tulisan Mengerikan di Kamar ABG Pembunuh Bocah dalam Lemari

Ada Gambar dan Tulisan Mengerikan di Kamar ABG Pembunuh Bocah dalam Lemari

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 21:19 WIB

Terkini

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB