Benarkah Nonton Film Bisa Pengaruhi Perilaku Kekerasan? Ini Kata Peneliti

Selasa, 10 Maret 2020 | 16:16 WIB
Benarkah Nonton Film Bisa Pengaruhi Perilaku Kekerasan? Ini Kata Peneliti
Ilustrasi nonton film horor. (Shutterstock)

Suara.com - Gadis ABG insial NF (15), pembunuh bocah 6 tahun di Sawah besar mengaku tidak menyesal dan puas atas tindakannya. NF mengaku sudah lama membendung hasrat membunuh sejak lama.

NF kepala polisi mengatakan tindakan sadisnya terinspirasi dari film thriller. Seperti Chucky, film boneka pembunuh yang populer di tahun 1988 dan Slander Man.

Akibat kejadian ini, film yang menayangkan kekerasan pun dinilai bisa memengaruhi seseorang melakukan kejahatan. Tetapi, bernarkah demikian?

Penelitian sendiri telah menunjukkan beberapa korelasi antara tayangan kekerasan melalui film dengan perilaku kekerasan seseorang di kehidupan nyata. Tetapi dilansir dari Science Daily, hanya ada sedikit dukungan neuroscientific langsung mengenai teori tersebut.

Para peneliti di Pusat Fungsional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) di Columbia University Medical Center telah menunjukkan bahwa tayangan kekerasan bisa menyebabkan bagian otak Anda yang menekan perilaku agresif menjadi kurang aktif.

Video viral NF, gadis pembunuh bocah 6 tahun di kawasan Sawah Besar (twitter/@MahesSyailendra)
Video viral NF, gadis pembunuh bocah 6 tahun di kawasan Sawah Besar (twitter/@MahesSyailendra)

Ilmuwan Columbia menunjukkan bahwa jaringan otak yang bertanggung jawab menekan perilaku seperti agresi yang tidak pantas atau beralasan menjadi kurang aktif, setelah subyek penelitian menonton beberapa tayangan kekerangan.

Perubahan ini bisa membuat orang kurang mampu mengendalikan perilaku agreasifnya. Temuan sekunder juga melihat area otak yang terkait dengan perilaku perencanaan lebih aktif setelah melihat kekerasan berulang kali.

Temuan ini memberikan dukungan lebih pada gagasan bahwa tayangan kekerasan bisa menurunkan kemampuan otak untuk menghambat pemrosesan yang berhubungan dengan perilaku.

"Perubahan dalam sirkuit kontrol perilaku otak ini spesifik untuk tayangan film kekerasan secara berulang," ata Joy Hirsch, Ph.D., profesor Neuroradiology Fungsional, Psikologi, dan Neuroscience dan Direktur Pusat fMRI di CUMC.

Baca Juga: 2 Pasien Corona Dinyatakan Negatif, Tapi Masih Harus Diperiksa

Bahkan menonton film kekerasan pertama kalinya sudah bisa memengaruhi pemrosesan di bagian otak yang bertugas mengontrol perilaku seperti agresi. Karena itu, penelitian lebih lanjut perlu melihat proses film berisi kekerasan dapat memengaruhi perilaku jahat seseorang di dunia nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI