Waspada Mikroplastik pada Ikan Laut, Ini 5 Efek Sampingnya untuk Tubuh!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 11 Maret 2020 | 14:25 WIB
Waspada Mikroplastik pada Ikan Laut, Ini 5 Efek Sampingnya untuk Tubuh!
Ilustrasi ikan lau yang mengandung mikroplastik. (Pixabay Public Domain Pictures)

Suara.com - Setiap hari, ada jutaan ton plastik yang dibuang dan digunakan. Semua plastik ini bisa dipecah menjadi potongan-potongan berdiameter kurang dari 0,2 inci.

Mikroplastik yang digunakan dalam barang-barang rumah tangga ini juga akan berakhir di perairan. Sehingga sekitar 8,8 juta ton plastik mencemari lautan setiap tahunnya.

Akibatnya, organisme laut seperti ikan, kerang hingga tiram akan menelan mikroplastik ini. Lalu, kita juga akan menelannya ketika mengonsumsi organisme laut tersebut.

Lalu, apa yang akan terjadi pada tubuh kita ketika menelan mikroplastik? Dilansir oleh Organic Welcome, berikut ini 5 hal yang perlu kita waspadai.

1. Phthalates dan reproduksi

Plastik terbuat dari ftalat, yakni bahan kimia yang membuat plastik fleksibel. Adapun sejumlah phthalate termasuk DBP, BBP, DEHP, DINP, DnOP dan DIDP.

Ada tiga jenis phthalate di antaranya yang dilarang untuk membuat mainan bayi. Tetapi, 3 jenis itu tidak dilarang untuk tujuan lain.

Selain itu, dua diantara beberapa jenis phthalate juga bisa menyebabkan kerusakan reproduksi pada tikus jantan. Hal ini terkait dengan endometriosis wanita, yang menyebabkan masalah perkembangan reproduksi pada tikus. Dampak ini juga terlihat pada anak-anak dalam masa puber.

Ilustrasi makanan laut (shutterstock)
Ilustrasi makanan laut (shutterstock)

2. Phthalates dan kanker

baca juga

Sebagian besar ftalat pada plastik juga berhubungan dengan risiko kanker. Hasil tes laboratorium mengetahui phthalates bisa memicu pertumbuhan sel kanker payudara dan menyebabkan tumor pada tikus.

Tetapi, belum diketahui hubungan langsung phthalates dengan kanker pada manusia. Jika orang tidak menderita kanker karena pajanan, seseorang mungkin akan iritasi kulit dan mata. Hal ini juga menyebabkan mual, pusing dan muntah.

3. Radikal bebas dan demensia

Mikroplastik dapat menumpuk di hati tikus, ginjal dan usus. Saat tikus diberi makan mikroplastik, zat ini akan meresap melalui dinding usus ke dalam aliran darah. Lalu, hati tikus yang penuh mikroplastik akan menyebabkan radikal bebas tingkat tinggi .

Sedangkan, ketidakseimbangan radikal bebas berhubungan dengan diabetes, aterosklerosis (pembuluh darah yang mengeras), tekanan darah tinggi, kanker, penyakit jantung, kondisi seperti parkinson dan alzheimer serta peradangan kronis.

4. Bisphenol A (BPA) dan impotensi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Spesies Baru di Parit Paling Dalam di Dunia

Ilmuwan Temukan Spesies Baru di Parit Paling Dalam di Dunia

Tekno | Rabu, 11 Maret 2020 | 11:30 WIB

Mirip Ban Mobil, Ban Motor Michelin Tak Lagi Dibungkus Plastik

Mirip Ban Mobil, Ban Motor Michelin Tak Lagi Dibungkus Plastik

Otomotif | Selasa, 10 Maret 2020 | 17:00 WIB

Kepergok Nongkrong di Cafe saat Ditahan, Ini Klarifikasi Pablo Benua

Kepergok Nongkrong di Cafe saat Ditahan, Ini Klarifikasi Pablo Benua

Video | Selasa, 10 Maret 2020 | 13:36 WIB

Terkini

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Bali | Senin, 14 September 2026 | 12:55 WIB

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

News | Senin, 14 September 2026 | 12:54 WIB

Aset Korupsi yang Jadi Sekolah dan Pesantren Tetap Difungsikan, Ini Usulan DPR

Aset Korupsi yang Jadi Sekolah dan Pesantren Tetap Difungsikan, Ini Usulan DPR

News | Senin, 14 September 2026 | 12:52 WIB

Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun

Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:50 WIB

Betrand Peto Dilaporkan ke Polisi, Ruben Onsu Minta Publik Tak Buru-Buru Menyimpulkan

Betrand Peto Dilaporkan ke Polisi, Ruben Onsu Minta Publik Tak Buru-Buru Menyimpulkan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:46 WIB

Memahami Kesebangunan Segitiga: Panduan Konsep, Rumus, dan Contoh Soal Beserta Pembahasannya

Memahami Kesebangunan Segitiga: Panduan Konsep, Rumus, dan Contoh Soal Beserta Pembahasannya

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:45 WIB

Toko Bunga di Lubang Buaya Terbakar, Respon Cepat Damkar Jinakkan Api dalam 15 Menit

Toko Bunga di Lubang Buaya Terbakar, Respon Cepat Damkar Jinakkan Api dalam 15 Menit

News | Senin, 14 September 2026 | 12:44 WIB

Donald Trump Prioritaskan Isu Nuklir Iran dibanding Jalur Selat Hormuz

Donald Trump Prioritaskan Isu Nuklir Iran dibanding Jalur Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 12:44 WIB

×