Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 14 September 2026 | 12:54 WIB
Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!
Salah satu kerabat menangis di depan peti berisi jenazah Wili Mbuik yang tiba di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/app/YU]
baca 10 detik
  • Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyatakan warga sipil termasuk ASN dilarang keras menjadi sasaran serangan.
  • Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tewas ditembak kelompok bersenjata di Distrik Muliama pada Rabu 9 September 2026.
  • Komnas HAM mendesak kelompok bersenjata menghentikan kekerasan dan meminta aparat negara memastikan keselamatan masyarakat.

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengingatkan seluruh pihak dalam situasi kekerasan di Papua untuk tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan, termasuk mereka yang bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah setelah tiga ASN Dinas Pertanian di Jayawijaya dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga berasal dari kelompok Nduga.

Komnas HAM menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus tetap menjadi prinsip utama di tengah situasi kekerasan di Papua.

Anis menegaskan warga sipil tidak boleh menjadi sasaran serangan hanya karena pekerjaan, identitas, asal-usul, ataupun dugaan keberpihakan.

"Warga sipil, termasuk ASN, tenaga kesehatan, guru, pekerja pelayanan publik, pendatang maupun masyarakat setempat, tidak boleh dijadikan sasaran serangan semata-mata karena pekerjaan, identitas, asal-usul, ataupun dugaan keberpihakan," kata Anis dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Menurut Komnas HAM, perlindungan tersebut berlaku bagi seluruh warga yang tidak terlibat dalam kekerasan, termasuk mereka yang menjalankan tugas pelayanan publik di tengah masyarakat.

Komnas HAM juga memandang penting untuk mendalami informasi mengenai adanya pemisahan penumpang berdasarkan identitas atau asal-usul sebelum terjadinya penembakan di Jayawijaya.

Anis turut mendesak Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di Papua menghentikan segala bentuk serangan, pembunuhan, ancaman, intimidasi maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil.

"Hentikan segala bentuk serangan, pembunuhan, ancaman, intimidasi, maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil, serta menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan dan menjamin perlindungan terhadap warga sipil serta orang-orang yang tidak terlibat dalam kekerasan," tegasnya.

baca juga
Ilustrasi KKB Papua
Ilustrasi KKB Papua. (Ist)

Menurut Anis, warga sipil harus mendapatkan perlindungan tanpa melihat latar belakang pekerjaan maupun asal-usulnya. Hal yang sama juga berlaku dalam proses penegakan hukum dan pengamanan yang dilakukan aparat negara.

Komnas HAM meminta aparat memastikan keselamatan masyarakat serta menghindari penggunaan kekuatan yang tidak diperlukan atau tidak proporsional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban sipil, ketakutan, pengungsian, serta terganggunya kehidupan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya,, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak di Distrik Muliama pada Rabu (9/9) lalu.

Ketiga korban yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. Mereka merupakan bagian dari rombongan Dinas Pertanian yang sedang menjalankan tugas sebelum ditembak dalam perjalanan kembali ke Wamena.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

News | Senin, 14 September 2026 | 11:21 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua

59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:32 WIB

Detik-Detik 3 ASN Ditembak, Rombongan Lebih Dulu Dicegat Pria Bawa Parang

Detik-Detik 3 ASN Ditembak, Rombongan Lebih Dulu Dicegat Pria Bawa Parang

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:27 WIB

Terkini

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

×