Identik dengan Nyentrik, Benarkah Seniman Rentan Alami Gangguan Mental?

Kamis, 12 Maret 2020 | 11:10 WIB
Identik dengan Nyentrik, Benarkah Seniman Rentan Alami Gangguan Mental?
Ratih Ibrahim, Hana Madness, dan Noriyu dalam Peluncuran Buku Jelajah Jiwa Hapus Stigma. (Suara.com/Frieda Isyana)

Suara.com - Salah seorang seniman nyentrik, Yayoi Kusama, diketahui telah mengalami gangguan kesehatan jiwa sejak kecil. Ia kerap mengalami halusinasi sejak berusia 10 tahun. Semakin dewasa, ia juga mendapati dirinya juga mengidap sejumlah gangguan mental lainnnya, seperti bipolar disorder, obsessive compulsive disorder, schizophrenia, hingga Basedow’s disease. Bahkan, karya-karyanya kerap dilatarbelakangi oleh gangguan mental yang diidapnya. Disebutkan bahwa karya-karyanya juga menjadi salah satu tanda atau gejala yang sedang ia alami terkait gangguan mentalnya.

Tapi, benarkah seniman memang rentan mengalami gangguan mental?

Psikolog klinis dan CEO Personal Growth Ratih Ibrahim mengatakan bahwa belum ada penelitian yang bisa menjawab pertanyaan ini secara komprehensif, tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

"Yaitu pola kepribadian. Tapi jangan mikir kalau yang aneh-aneh, nyentrik-nyentrik itu identik dengan gangguan kejiwaan, enggak," kata Ratih pada acara Peluncuran Buku Jelajah Jiwa Hapus Stigma karya Noriyu, Rabu (11/3/2020).

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? Ratih menyebut untuk lebih mengapreasiasi seni, namun tidak meromantisasi gangguan mental. Di sisi lain, seniman juga perlu menyadari pentingnya kesehatan mental dirinya.

Hadir dalam kesempatan yang sama, sebagai seorang seniman yang juga memiliki gangguan mental, Hana Alfikih, atau yang lebih dikenal dengan nama Hana Madness, menyebutkan bahwa tak hanya seniman, semua orang itu rentan bunuh diri.

Ia mencontohkan negara Jepang, meski dengan angka bunuh dirinya yang sangat tinggi, tak semuanya berasal dari latar belakang seniman.

"Tapi aku ngeliat seniman jadi seolah-olah rentan itu karena sejarah mencatat, media mem-blow up. Maksudnya, kalau ada vokalis yang bunuh diri dan dia seniman dan memiliki banyak fans," kata perempuan yang juga merupakan aktivis kesehatan mental ini.

Hana menceritakan, seorang kawannya yang berasal dari Jepang, meski tinggal di negara maju yang serba ada, kawannya tersebut rela pindah ke Jakarta hanya untuk memunculkan 'konflik' di dalam pikirannya agar tetap kreatif.

Baca Juga: Museum MACAN Hadirkan Pameran Seniman Kontemporer Lintas Negara

"Ada seorang seniman yang ketika dikasih obat dia malah ngamuk karena kreatifitasnya hilang. Tapi kalau aku pribadi, ketika aku lagi depresi, aku nggak produktif sama sekali,"

Untuk memberantas stigma tersebut, Hana kerap melakukan kampanye isu kesehatan mental di media sosialnya. Karena ia lebih menyenangi bahwa seorang seniman dapat dikenal karena karya hebatnya, bukan karena latar belakang gangguan mentalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI