Pakar Sebut Virus dalam Tubuh Bisa Mati Sendiri, Ini Syaratnya

Senin, 16 Maret 2020 | 13:44 WIB
Pakar Sebut Virus dalam Tubuh Bisa Mati Sendiri, Ini Syaratnya
Ilustrasi orang yang terpapar Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona penyebab sakit Covid-19 dapat menyebar dengan cepat antarmanusia.

Meski demikian, ada satu hal yang harus menjadi perhatian masyarakat bahwa pada dasarnya, tubuh kita dirancang untuk mampu mendeteksi virus jahat yang masuk, termasuk virus Corona Covid-19.

Dikatakan seorang pakar Virologist, Drh. Moh. Indro Cahyono, pada hari pertama saat virus masuk ke dalam tubuh, tubuh akan mencoba menolak.

"Virus masuk lewat hidung, reaksi pertama adalah bersin. Reaksi kedua tubuh akan kembali menolak dengan mengeluarkan lendir. Makanya kita pilek," kata Indro mengutip tayangan dikanal YouTube The Hermansyah A6.

Kemudian dalam rentang waktu hari ketiga sampai kelima, jika virus berhasil masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan radang disaluran pernapasan.

Hal itu yang bisa menyebabkan seseorang  mengalami demam.

Namun pada hari ketujuh, lanjut Indro, jika imunitas dan stamina tubuh kuat maka antibodi akan keluar untuk melawan virus apapun yang masuk ke dalam tubuh.

"Artinya dia akan naik dari hari ketujuh sampai ke-14. Di hari ke-14 itu antibodinya jadi banyak banget, dia akan melawan virusnya sehingga sembuh," paparnya.

Baca Juga: Hits: Cek Gejala Corona Lewat Tahan Nafas, Pemerintah RI Tolak Lockdown

Indro menjelaskan bahwa virus corona menjadi mematikan jika pasien yang positif terinfeksi memiliki riwayat penyakit lain seperti masalah pernapasan. Seperti yang dialami WNA di Indonesia dengan kode 25 yang meninggal akibat Covid-19 beberapa waktu lalu.

"Kasus nomor 25, WNA usia 53 tahun dengan gejala bronkopneumonia (infeksi pernapasan) akut dan dia sudah menahun. Tanpa kena corona dia sudah sakit apalagi ditambahin," jelasnya.

Indro menegaskan bahwa virus apa pun memang tidak ada obatnya. Hanya bisa dicegah dengan vaksin. Tubuh secara alami bisa melawan virus dengan antibodi.

"Antibodi kita bisa naik dua kali, tiga kali lipat dari normal kalau kita makan vitamin E dan C, udah gitu doang," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI