Keren! Bikin Vaksin, Ilmuwan Singapura Pelajari Gen Virus Corona Covid-19

M. Reza Sulaiman

Rabu, 25 Maret 2020 | 06:50 WIB
Keren! Bikin Vaksin, Ilmuwan Singapura Pelajari Gen Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Keren! Bikin Vaksin, Ilmuwan Singapura Pelajari Gen Virus Corona Covid-19

Negara-negara di dunia saat ini tengah berlomba untuk membuat vaksin virus Corona Covid-19 yang tengah menjadi pandemi. Selain Amerika Serikat, China, dan Jepang, Singapura pun kabarnya tengah melakukan riset untuk vaksin.

Para ilmuwan di Singapura mengatakan telah mengembangkan cara untuk melacak perubahan genetik yang mempercepat pengujian vaksin virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 16.000 orang di seluruh dunia.

Ilmuwan Duke-NUS Medical School menyatakan teknik mereka hanya memerlukan beberapa hari untuk mengevaluasi vaksin potensial yang disediakan Arcturus Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi Amerika yang telah bermitra dengan kampus itu untuk uji coba tersebut.

Waktu yang diperlukan lebih dibandingkan dengan waktu berbulan-bulan yang biasanya diperlukan untuk pengujian berdasarkan respons manusia.

"Anda bisa tahu dari cara gen berubah---gen apa yang dihidupkan, apa yang dimatikan," kata Ooi Eng Eong, wakil direktur program penyakit menular Duke-NUS Medical School, dilansir Antara, Rabu (25/3/2020).

Penilaian cepat atas perubahan yang dipicu oleh vaksin memungkinkan para ilmuwan menentukan efektivitas dan efek sampingnya, alih-alih hanya mengandalkan respons dari manusia yang menerimanya.

Saat ini, tidak ada obat yang disetujui atau vaksin pencegahan yang melawan virus, dengan sebagian besar pasien hanya menerima perawatan pendukung, seperti bantuan pernapasan. Para ahli mengatakan proses menyiapkan vaksin bisa memakan waktu satu tahun atau lebih.

Ooi mengatakan dia berencana untuk mulai menguji vaksin pada tikus dalam waktu sekitar satu minggu, dengan uji coba manusia diperkirakan dilakukan pada paruh kedua tahun ini.

baca juga

Perusahaan-perusahaan farmasi dan para peneliti di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan vaksin dan perawatan untuk virus yang telah menginfeksi lebih dari 377.000 orang.

Coronavirus, penyebab MERS. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Upaya-upaya ini termasuk remdesivir, obat antivirus eksperimental dari Gilead Sciences Inc dan terapi turunan plasma dari Takeda Pharmaceutical Co. Jepang.

Dalam langkah kunci menuju pengembangan metode diagnostik, para ilmuwan Duke-NUS membantu membiakkan virus pada akhir Januari, beberapa hari setelah Singapura mengonfirmasi kasus pertamanya. Tindakan ini membuatnya menjadi negara ketiga, di luar China, yang membudidayakan virus.

Langkah pertama adalah tes untuk mendeteksi antibodi virus bahkan pada mereka yang sudah pulih, sangat penting dalam menahan penyebaran virus di Singapura, yang telah menuai pujian global.

Dari penemuan hingga perizinan, pengembangan vaksin di masa lalu bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun, tetapi Ooi mengatakan sains sekarang dapat menawarkan respons yang jauh lebih cepat.

"Semua orang berlomba untuk menang, tetapi kami seperti sedang menulis buku pedoman di saat gim sedang dimainkan," tambahnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Jika Pasien Positif Virus Corona di Jakarta Tembus 1.000 Orang?

Bagaimana Jika Pasien Positif Virus Corona di Jakarta Tembus 1.000 Orang?

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 21:31 WIB

Di Rumah Aja Bukan Berati Gak Gerak, Ini Tips Dokter Reisa Broto Asmoro!

Di Rumah Aja Bukan Berati Gak Gerak, Ini Tips Dokter Reisa Broto Asmoro!

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2020 | 21:26 WIB

Kalbe Kucurkan Rp 25 Miliar Bantu Pemerintah Indonesia Hadapi Wabah Corona

Kalbe Kucurkan Rp 25 Miliar Bantu Pemerintah Indonesia Hadapi Wabah Corona

Press Release | Selasa, 24 Maret 2020 | 22:25 WIB

Terkini

Defisit APBN Tembus Rp 240,1 Triliun per Agustus 2026, Setara 0,93% PDB

Defisit APBN Tembus Rp 240,1 Triliun per Agustus 2026, Setara 0,93% PDB

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:31 WIB

Kasus ISPA Melonjak Akibat Karhutla, Bagaimana Pemerintah Seharusnya Bersikap?

Kasus ISPA Melonjak Akibat Karhutla, Bagaimana Pemerintah Seharusnya Bersikap?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:29 WIB

Menteri Pertahanan Tinjau Isi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Wartawan Dilarang Masuk

Menteri Pertahanan Tinjau Isi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Wartawan Dilarang Masuk

Jakarta | Jum'at, 18 September 2026 | 10:26 WIB

Le Bleu by K Club, Spot Kuliner di Nusa Dua dengan Pemandangan Laut dan Sunset

Le Bleu by K Club, Spot Kuliner di Nusa Dua dengan Pemandangan Laut dan Sunset

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 10:25 WIB

Urutan Pemakaian Primer, Cushion, dan Bedak Tabur agar Flawless Hasilnya

Urutan Pemakaian Primer, Cushion, dan Bedak Tabur agar Flawless Hasilnya

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 10:25 WIB

Borok SPPG Terkuak Usai 37 Siswa di Kediri Keracunan: Daging Ditaruh di Bawah, Kucing Bebas Masuk

Borok SPPG Terkuak Usai 37 Siswa di Kediri Keracunan: Daging Ditaruh di Bawah, Kucing Bebas Masuk

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 10:22 WIB

Upcycling Clothes: Solusi agar Baju Lama Tak Berakhir jadi Kain Lap

Upcycling Clothes: Solusi agar Baju Lama Tak Berakhir jadi Kain Lap

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 10:20 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?

WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:20 WIB

Jelang MotoGP 2026, InJourney dan Pemda NTB Siapkan Pengalaman Wisata Kelas Dunia

Jelang MotoGP 2026, InJourney dan Pemda NTB Siapkan Pengalaman Wisata Kelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:11 WIB

Mendagri Beri Penghargaan untuk Empat Kategori Pelayanan Daerah Regional Maluku dan Nusa Tenggara

Mendagri Beri Penghargaan untuk Empat Kategori Pelayanan Daerah Regional Maluku dan Nusa Tenggara

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:11 WIB

×