Studi: 52 Persen Tenaga Kesehatan Covid-19 Rentan Alami Depresi

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Kamis, 26 Maret 2020 | 12:59 WIB
Studi: 52 Persen Tenaga Kesehatan Covid-19 Rentan Alami Depresi
Tenaga kesehatan Covid-19. (Antara)

Suara.com - Sebuah studi baru mengkaji kesehatan jiwa dari sebanyak hampir 1.300 tenaga kesehatan (nakes) di China yang menangani pasien Covid-19. Studi ini melihat apakah ada gejala depresi, cemas, insomnia, dan stres.

Studi ini dipublikasikan dalam JAMA Network Open. Jianbo Lai dari departemen psikiatri First Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine di Hangzhou, China, bersama rekan-rekannya, menilik kesehatan jiwa dari para nakes yang menangani pasien Covid-19 di China.

Mereka memfokuskan pada nakes garda terdepan yang langsung terlibat dalam diagnosis, pengobatan, dan perawatan dari pasien Covid-19. Hal ini disebabkan para nakes dengan kondisi ini memiliki risiko berat mengalami stres psikologis dan masalah kesehatan jiwa lainnya.

Beberapa faktornya antara lain jumlah kasus yang meningkat, membludaknya kerja, membanjirnya informasi, dan minimnya alat pelindung diri serta obat, demikian dilaporkan Medical News Daily.

Lebih jauh, mereka mencatat bahwa ada beberapa studi lampau yang menunjukkan di situasi yang sama, para nakes mengalami stigmatisasi, serta rasa takut akan infeksi kepada diri mereka dan keluarganya.

Mulai 29 Januari hingga 3 Februari 2020, Lai dan tim mengumpulkan data demografis kesehatan jiwa dari 1.257 nakes yang bekerja di 34 rumah sakit. Namun ini hanya dikhususkan pada bangsal untuk Covid-19.

Para peneliti mengaplikasikan analisis logistik regresi multivariabel untuk menemukan faktor-faktor yang terkait dengan masalah kesehatan jawa.

Lebih dari 64 persen responden berada dalam rentang usia 26 dan 40 tahun dan lebih dari 76 persen di antaranya adalah perempuan. Lebih dari 60 persennya adalah perawat, sementara dokter hanya 39 persennya. Total 41,5 persen adalah nakes yang berada di garda terdepan.

Secara keseluruhan, studi ini menemukan adanya 50,4 persen responden mengalami gejala depresi, 44,6 persen mengalami gejala cemas, 34 persen melaporkan mengalami insomnia, dan 71,5 mengalami stres.

baca juga

"Para perawat, perempuan, nakes garda terdepan, dan yang bekerja di Wuhan, China, melaporkan adanya sejunlah gejala kesehatan jiwa ketimbang nakes lainnya," tulis studi tersebut

Mereka yang berada di garda depan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala depresi. Secara spesifik, 52 persen di antaranya lebih mungkin mengalami gejala depresi, 57 persen alami kecemasan, 60 persen alami stes, dan tiga kali lebih mungkin mengalami insomnia ketimbang nakes yang tidak berada di garda terdepan.

Dari 52 persen yang mengalami depresi, 18 persen di antaranya mengalami kondisi yang berat. Sementara 34,7 persen yang mengalami kecemasan juga mengalami kondisi yang berat.

Lai dan rekan-rekannya menyimpulkan, "Dibandingkan dengan bekerja di garis kedua, bekerja di garda terdepan langsung menangani pasien Covid-19 ternyata menjadi faktor risiko tunggal untuk semua gejala psikiatri."

"Melindungi para nakes adalah komponen penting dari upaya kesehatan publik untuk mengatasi epidemi Covid-19," lanjut mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19, Perlukah Pasien Penyakit Jantung Check Up ke RS?

Pandemi Covid-19, Perlukah Pasien Penyakit Jantung Check Up ke RS?

Health | Kamis, 26 Maret 2020 | 12:49 WIB

Ada yang Positif, Satu PDP Corona di Bukittinggi Meninggal Dunia

Ada yang Positif, Satu PDP Corona di Bukittinggi Meninggal Dunia

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 12:30 WIB

Indonesia Siap Kembangkan Vaksin Corona Covid-19, Kapan Rampung?

Indonesia Siap Kembangkan Vaksin Corona Covid-19, Kapan Rampung?

Health | Kamis, 26 Maret 2020 | 12:57 WIB

Terkini

Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade

Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 10:00 WIB

Usia 20-an dan Rasa Cemas soal Masa Depan: Mengupas Makna Lagu Takut

Usia 20-an dan Rasa Cemas soal Masa Depan: Mengupas Makna Lagu Takut

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 10:00 WIB

Debat Otonomi Daerah: Indonesia Harus Bubar jika Ingin Jadi Negara Federasi?

Debat Otonomi Daerah: Indonesia Harus Bubar jika Ingin Jadi Negara Federasi?

Sulsel | Sabtu, 05 September 2026 | 09:58 WIB

Modus Dokumen Fiktif, Eks Pegawai Bank BJB Banten dan Rekannya Jadi Tersangka Korupsi Rp8,7 Miliar

Modus Dokumen Fiktif, Eks Pegawai Bank BJB Banten dan Rekannya Jadi Tersangka Korupsi Rp8,7 Miliar

Banten | Sabtu, 05 September 2026 | 09:50 WIB

5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui

5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 09:47 WIB

Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami

Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:46 WIB

Kelebihan dan Kekurangan LG webOS Dibanding Google TV, Mana yang Lebih Bagus?

Kelebihan dan Kekurangan LG webOS Dibanding Google TV, Mana yang Lebih Bagus?

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 09:46 WIB

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:30 WIB

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Sumut | Sabtu, 05 September 2026 | 09:25 WIB

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 09:21 WIB

×