Butuh Ribuan Dokter dan Perawat, Pemerintah Buka Pendaftaran Relawan Corona

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:24 WIB
Butuh Ribuan Dokter dan Perawat, Pemerintah Buka Pendaftaran Relawan Corona
Sejumlah dokter spesialis di RSUP Persahabatan Jakarta Timur membantu menurunkan pasien dari dalam mobil ambulan RSCM Jakarta, Rabu (4/3/2020). (ANTARA/Andi Firdaus/aa).

Suara.com - Butuh Ribuan Dokter dan Perawat, Pemerintah Buka Pendaftaran Relawan Corona

Angka temuan kasus positif yang di Indonesia semakin meningkat. Tak main-main, dalam sehari kasus selalu bertambah di atas 100 orang, sehingga kini total ada 893 kasus di Indonesia.

Maka dengan itu Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19, Andri Rahadian secara terbuka menyampaikan pembukaan pendaftaran relawan kemanusiaan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

"Memanggil mengajak para relawan menjadi bagian dari pejuang kemanusiaan. Pada hari ini kami sudah membuat micro di website BNPB, untuk bisa menerima pendaftaran para relawan sekalian," ujar Andri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020).

Ia mengatakan dengan jumlah pasien, PDP, dan ODP yang terus meningkat setidaknya Indonesia butuh 1.500 dokter dan 2.500 perawat, untuk berada di garda terdepan penanganan pandemi Covid-19.

"Saat ini Indonesia butuh 1.500 dokter, terutama dokter spesialis paru, dokter spesialis anestesi dan juga dokter umum. Pranata lab, sekitar 2.500 perawat dan juga bagian administrasi rumah sakit, sampai dengan supir ambulans," ungkapnya.

Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2).   [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho]
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho]

Tidak hanya praktisi medis, pendaftaran relawan ini juga terbuka bagi siapapun yang bersedia. Khususnya para mahasiswa akhir yang bisa mengedukasi dan memberikan penyuluhan secara online kepada masyarakat maupun pasien.

"Teman-teman mahasiswa tingkat akhir akan menjadi lapis kedua sebagai bagaimana pencegahan. Teman-teman mahasiswa akan membantu konsultasi baik psikologis maupun medis yang akan dilakukan melalui online," jelas Andri.

Ia menegaskan relawan dokter, perawat, dan petugas administrasi di rumah sakit akan menjadi garda terdepan persiapan penanganan pandemi ini.

"Gugus tugas berjasama dengan asosiasi, LSM, perguruan tinggi, bersama-sama mengajak semua elemen untuk bergabung jadi relawan, dimana para dokter, perawat serta administrasi rumah sakit, akan berada di gugus depan menangani pasien dan rumah sakit," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulang Rawat Pasien Corona, Dokter Disambut Sorak dan Tepuk Tangan Tetangga

Pulang Rawat Pasien Corona, Dokter Disambut Sorak dan Tepuk Tangan Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 17:26 WIB

Terjebak di India, Miss England 2019 Tak Bisa Tunaikan Tugas sebagai Dokter

Terjebak di India, Miss England 2019 Tak Bisa Tunaikan Tugas sebagai Dokter

Lifestyle | Kamis, 26 Maret 2020 | 17:25 WIB

Selain Grand Cempaka, Anies Tambah 3  Hotel untuk Tidur Tenaga Medis

Selain Grand Cempaka, Anies Tambah 3 Hotel untuk Tidur Tenaga Medis

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:33 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB