Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
ikan sapu sapu apa bisa dimakan/suara.com

Suara.com - Apakah ikan sapu-sapu bisa dimakan kian menjadi pertanyaan publik usai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menggalakkan penangkapan ikan ini di berbagai sungai di Jakarta. Pramono menyampaikan bahwa ikan sapu-sapu mendominasi hingga 60 persen sungai di ibu kota.

"Ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan di Jakarta. Dari hasil telaah Dinas KPKP diperkirakan di atas 60 persen ikan sapu-sapu itu sekarang ada di Jakarta dan semua sebenarnya mungkin juga sudah di daerah-daerah lain," ujar Pramono Anung.

Gerakan ini merupakan upaya Gubernur DKI Jakarta untuk menjaga ekosistem ikan lokal.

"Ikan ini sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal hampir tidak bisa survive karena telurnya dimakan," sambungnya.

Tak hanya itu, Pramono juga menyebutkan bahwa besar kemungkinan ada kandungan residu berbahaya di dalam tubuh ikan sapu-sapu.

"Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya dan kalau dibiarkan maka dia akan merusak karena selalu dalam membuat rumahnya itu dia menggerogoti dinding dan sebagainya," terang Pramono.

Apa Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan?

Secara umum, ikan sapu-sapu sebenarnya bisa dimakan. Di beberapa daerah, ikan ini bahkan pernah diolah menjadi berbagai hidangan, seperti digoreng atau dijadikan bahan sup. Namun, hal ini tidak serta-merta berarti ikan sapu-sapu aman untuk dikonsumsi, terutama jika berasal dari perairan yang tercemar.

Perlu Anda ketahui, ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan dasar (bottom feeder) yang hidup dengan memakan lumut, sisa organik, hingga kotoran di dasar sungai.

Kebiasaan ini membuatnya rentan menyerap berbagai zat berbahaya dari lingkungan, termasuk logam berat dan limbah kimia. Jika ikan tersebut hidup di sungai yang tercemar, maka kandungan berbahaya tersebut bisa terakumulasi dalam tubuhnya.

baca juga

Inilah yang menjadi perhatian utama pemerintah. Konsumsi ikan sapu-sapu dari perairan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, seperti paparan zat beracun dalam jangka panjang. Karena itu, meski secara teknis bisa dimakan, Anda tetap perlu berhati-hati dan memastikan asal ikan tersebut benar-benar dari lingkungan yang bersih.

Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ikan Lain

Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga berdampak besar pada keseimbangan ekosistem. Ikan ini tergolong spesies invasif, artinya mampu berkembang dengan cepat dan mendominasi habitat baru tanpa kendali alami.

Salah satu dampak utamanya adalah berkurangnya populasi ikan lokal. Ikan sapu-sapu diketahui memakan telur ikan lain, termasuk spesies endemik. Akibatnya, proses regenerasi ikan lokal terganggu dan jumlahnya semakin menurun dari waktu ke waktu. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin beberapa spesies lokal akan terancam punah.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga memiliki kebiasaan menggali atau menggerogoti dasar perairan untuk membuat sarang. Aktivitas ini dapat merusak struktur sungai, termasuk tebing dan dinding penahan, yang pada akhirnya mempercepat erosi. Lingkungan perairan pun menjadi kurang stabil dan tidak ideal bagi kehidupan ikan lain.

Dengan daya adaptasi yang tinggi dan minimnya predator alami, ikan sapu-sapu bisa berkembang tanpa kontrol. Inilah alasan mengapa upaya penangkapan massal dilakukan, agar populasi ikan ini bisa ditekan dan ekosistem perairan kembali seimbang.

Bagi Anda, penting untuk memahami bahwa persoalan ikan sapu-sapu bukan sekadar isu lokal, tetapi juga berkaitan dengan kelestarian lingkungan secara luas. Dengan pengelolaan yang tepat, diharapkan keberadaan ikan lokal tetap terjaga dan ekosistem perairan bisa kembali sehat.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta

Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:06 WIB

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:33 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×