Risiko Paparan Klorin, Bahan Kimia yang Digunakan dalam Bilik Disinfektan

Silfa Humairah Utami, Rosiana Chozanah

Senin, 30 Maret 2020 | 12:00 WIB
Risiko Paparan Klorin, Bahan Kimia yang Digunakan dalam Bilik Disinfektan
UGM membuat bilik disinfektan untuk cegah penyebaran Covid-19. Nama bilik ini terdapat inisial D yang didedikasikan untuk Guru Besar UGM yang baru saja meninggal akibat Covid-19, Kamis (26/3/2020). [ist]

Suara.com - Maraknya bilik disenfektan di berbagai tempat membuat masyarakat berlomba ingin mencobanya agar 'terbebas' dari kuman, termasuk virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Namun nyatanya, bilik ini cukup banyak dikritik oleh dokter dan para ahli lantaran dinilai tidak efektif dan justru dapat membahayakan kesehatan.

"Disinfektan itu diperuntukkan untuk benda mati dengan perlakuan yang benar. Disinfektan tidak diperuntukkan untuk tubuh manusia," kata ahli nutrisi dokter Tan Shot Yen kepada Suara.com, Minggu (29/3/2020).

Tidak hanya itu, salah satu bahan yang digunakan sebagai disinfektan, klorin juga tidak direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk disemprotkan ke tubuh.

"Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, contoh mata dan mulut," jelas WHO.

Disinfektan (Twitter/WHO Indonesia)
Disinfektan (Twitter/WHO Indonesia)

Mereka juga mengingatkan bahwa alkohol dan klorin hanya berguna sebagai disinfektan pada permukaan, tetap dengan petunjuk penggunaanya.

Tidak hanya itu, inhalasi gas klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernafasan.

Dilansir healthy.ny.gov, paparan klorin yang berbahaya adalah hasil dari inhalasi. Efek kesehatannya biasanya dimulai dalam hitungan detik hingga menit.

Umumnya, gejala yang dirasakan setelah paparan klorin adalah iritasi jalan napas, sulit bernapas, sakit tenggorokan, batuk, dada sesak, iritasi mata, dan iritasi kulit.

baca juga

"Tingkat keparahan efek kesehatan tergantung pada rute paparan, dosis dan lamanya paparan klorin. Mengirup klorin dalam kadar tinggi menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, suatu kondisi yang dikenal sebagai edema paru," tulis Departemen Kesehatan New York state.

Perkembangan edema paru mungkin tertunda selama beberapa jam setelah terpapar klorin, tambah mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpapar Virus Corona, Diaspora Indonesia Meninggal di New York

Terpapar Virus Corona, Diaspora Indonesia Meninggal di New York

News | Senin, 30 Maret 2020 | 11:44 WIB

122 WNI di Luar Negeri Kena Corona, Paling Banyak di Singapura

122 WNI di Luar Negeri Kena Corona, Paling Banyak di Singapura

News | Senin, 30 Maret 2020 | 11:42 WIB

Bersifat Sementara, Begini Cara Penggunaan Cairan Disinfektan yang Benar

Bersifat Sementara, Begini Cara Penggunaan Cairan Disinfektan yang Benar

News | Senin, 30 Maret 2020 | 11:33 WIB

Terkini

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 22:27 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

×