Positif Corona Covid-19, Pria Ini Sempat Tak Bisa Napas Lebih dari 1 Detik

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Positif Corona Covid-19, Pria Ini Sempat Tak Bisa Napas Lebih dari 1 Detik
Ilustrasi pria terinfeksi virus corona Covid-19 (Shutterstock)

Seorang pria menceritakan kondisinya ketika didiagnosis positif virus corona Covid-19 yang membuat tak bisa napas lebih dari 1 detik.

Suara.com - Calum Wishart, pria 25 tahun bercerita kondisinya ketika terinfeksi virus corona Covid-19. Calum Wishart mengaku ketakutan merasakan gejalanya, sedangkan ia tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

Pria asal Skotlandia ini pertama kali dilarikan ke rumah sakit karena virus corona Covid-19 pada 26 Maret 2020. Saat itu keluarganya khawatir melihat Calum sekarat karena sangat menderita.

Calum Wishart sendiri mengatakan saat itu merupakan minggu terburuknya, karena sangat menderita dan berisiko mengalami kefatalan akibat gejala infeksi virus corona Covid-19.

"Aku mengalami batuk yang sangat agresif hingga menyebabkan rasa sakit di seluruh dada, muntah dan diare," kata Calum dikutip dari Daily Star.

Saat itu Calum mengaku tidak bisa bernapas lebih dari sedetik. Sebelum hari itu, Calum sempat mengalami demam pada 19 Maret 2020. Tapi, Calum tidak mengira dirinya terinfeksi virus corona Covid-19.

Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Saya tidak terlalu memikirkannya sampai hari berikutnya suhu tubuh saya semakin meningkat. Esok harinya, saya mulai batuk, muntah dan diare," katanya.

Menurut Calum, suhu tubuhnya yang meningkat sangat memengaruhi seluruh kondisi tubuhnya. Beberapa bagian tubuhnya memanas dan bagian yang lain justru membeku.

Calum mulai mencurigai dirinya terinfeksi virus corona Covid-19 ketika kesulitan bernapas. Ia tidak bisa bernapas lebih dari sedetik sampai akhirnya jatuh pingsan.

Rachel, adik Calum mengatakan saat itu ibunya langsung memanggil ambulans karena mengira kakaknya sedang sekarat. Bagi ibu, malam itu bagaikan malam terburuk melihat Calum sekarat seperti sudah meninggal dunia.

"Ketika tiba di rumah sakit, Calum menjalani sejumlah tes medis dan hasilnya positif terinfeksi virus corona. Fakta itu membuat kami ketakutan," kata sang adik.

Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]
Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]

Bagi mereka sangat menyedihkan dan menyakitkan tidak bisa menemani Calum. Calum harus berada di bangsal khusus pasien corona Covid-19 alias ruang isolasi yang tidak bisa ditemui sembarangan orang.

Setelah beberapa hari, kondisi Calum mulai membaik dan gejala infeksi virus corona Covid-19 pun mulai menghilang.

"Sebelumnya saya tidak bisa bernapas lebih dari sedetik. Bahkan setiap kali saya duduk atau berdiri pasti batuk parah," jelas Calum.

Karena pengalamannya itu, Calum mengingatkan semua orang untuk mewaspadai gejala infeksi virus corona Covid-19

Selain itu, semua orang juga perlu melakukan tindakan pencegahan seperti tetap berada di dalam rumah. Karena, risiko tertular virus corona Covid-19 semakin meningkat ketika keluar rumah dan melakukan kontak sosial.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS