Keren! Aplikasi EndCorona Buatan UI untuk Kenali Risiko Paparan Covid-19

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Kamis, 02 April 2020 | 06:12 WIB
Keren! Aplikasi EndCorona Buatan UI untuk Kenali Risiko Paparan Covid-19
Aplikasi EndCorona buatan Universitas Indonesia. (Dok. Suara.com/Tangkapan Layar)

Suara.com - Keren! Aplikasi EndCorona Buatan UI untuk Kenali Risiko Paparan Covid-19

Kabar baik datang dari Universitas Indonesia (UI). Dalam rangka membantu skrining dan deteksi dini di tengah pandemi virus corona di Indonesia, mahasiswa UI menginisiasi sebuah aplikasi atau plaform penyedia asesmen risiko terkena Covid-19 yang dilengkapi dengan berbagai fitur.

Aplikasi bernama EndCorona tersebut juga hadir sebagai kanal informasi dan edukasi untuk membantu masyarakat menemukan pengetahuan yang benar berdasarkan ilmu kedokteran.

Arya Lukmana dari tim mahasiswa Fakultas Kedokteran UI (FKUI) bekerjasama dengan mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom UI) dalam pengembangan aplikasi ini.

Dalam peluncuran EndCorona melalui YouTube FKUI pada Rabu (1/4/2020), Arya menjelaskan tiga masalah yang mendasari terbentuknya aplikasi ini.

Yaitu kepanikan yang terjadi di masyarakat global karena pandemi, lalu tidak adanya asesmen diri akan risiko, kemudian kurangnya edukasi soal Covid-19 yang membuat hoaks merebak, sehingga membuat masyarakat bingung apa yang harus dilakukan.

"Awalnya pasar kita global, karena EndCorona ini sudah didiskusikan sekitar satu minggu sebelum Indonesia mengumumkan kasus corona pertamanya. Tapi setelah melihat arahnya ke sini kita menargetkan untuk Indonesia dahulu," tutur Arya.

Ia berharap dengan hadirnya aplikasi ini masyarakat Indonesia bisa sadar akan risiko mereka dan bertindak sesuai risiko mereka masing-masing.

"Jadi EndCorona hadir untuk membantu Anda untuk mengetahui risiko terkena Covid-19, dan memberikan informasi konten edukasi, statistik terkini dan berita yang relevan yang kami kurasi sendiri," lanjut mahasiswa angkatan 2018 ini.

baca juga

EndCorona sementara masih bisa diakses melalui website endcorona.fk.ui.ac.id dan endcorona.id, nantinya setelah melalui review dari pihak Android dan Apple, maka EndCorona juga akan bisa tersedia untuk aplikasi ponsel di Android dan iOS.

Bagaimana cara kerja platform ini? Yang pertama adalah mengikuti asesmen untuk mengetahui kerentanan Anda terhadap Covid-19. Tak perlu ragu, karena isi rangkaian telah didesain khusus dengan tim pembimbing yang terdiri dari dokter maupun dosen dari FKUI-RSCM.

Aplikasi EndCorona buatan Universitas Indonesia. (Dok. Suara.com/Tangkapan Layar)
Aplikasi EndCorona buatan Universitas Indonesia. (Dok. Suara.com/Tangkapan Layar)

Sebelum mengisi asesmen, Anda bisa memilih untuk mencentang pernyataan konsensus apabila Anda berkenan data milik Anda untuk dikoleksi sebagai penelitian FKUI. Bila tidak, pihak pengembang tetap bisa mengakses namun tidak akan mengoleksi data Anda.

Untuk saat ini, dari tim asesmen Lubna Djafar menjelaskan daerah-daerah yang dimasukkan adalah daerah dengan transmisi lokal karena dengan pertimbangan daerah tersebut memiliki risiko yang besar.

"Di sini untuk jadi evidence-based, kami mengambil pilihan untuk tidak menyebutkan semua daerah yang terjangkit melainkan yang bertransmisi lokal," tutur Lubna.

Selanjutnya: Cara cek risiko paparan Covid-19 di aplikasi EndCorona

Cara menggunakan aplikasi EndCorona

Asesmen terdiri dari 10-11 pertanyaan yang nanti hasilnya bisa diketahui secara cepat, kurang lebih 2-3 menit. Hasilnya akan menunjukkan kerentanan Anda dalam empat kategori yakni risiko rendah, hati-hati, rentan dan sangat rentan.

Setelah itu nanti Anda akan diarahkan ke nomor WhatsApp helpine FKUI yang dikelola oleh Humas FKUI untuk membantu Anda untuk melakukan apa saja yang perlu dilakukan sesuai dengan tingkat kerentanan Anda. diklik akan langsung mengarah ke whatsapp FKUI yang dikelola oleh humas FKUI.

"Hasil ini merupakan berdasarkan oleh pengkajian mendalam tim pembimbing bersama tim kami, FKUI-RSCM, dari jurnal ilmiah, serta rekomendasi nasional maupun internasional yang berbasis UI. Jadi sudah melewati rangkaian yang cukup panjang untuk membuat satu set asesmen ini," jelas Arya.

Aplikasi EndCorona buatan Universitas Indonesia. (Dok. Suara.com/Tangkapan Layar)
Aplikasi EndCorona buatan Universitas Indonesia. (Dok. Suara.com/Tangkapan Layar)

Fitur lainnya adalah belajar atau edukasi melalui WA Story atau Instagram Story dengan desain yang mudah dicerna oleh masyarakat. Konten edukasi seperti YouTube FKUI, pranala penting yang mengarah ke WHO, peta kasus Covid-19 baik global maupun Indonesia, UNICEF Indonesia, dan referensi.

EndCorona juga berpartner dengan beberapa penggalang dana sehingga pengguna juga bisa masuk dan berdonasi. Fitur lain yang lebih menarik adalah daftar helpline tak hanya dari 119, namun juga rumah sakit mulai dari Aceh, Yogyakarta, hingga Jakarta dan juga Dinas Kesehatan beberapa daerah.

Konten berita juga terdapat dalam aplikasi ini di mana berita yanf ditampilkan sudah dikurasi dan diseleksi dengan benar sesuai bukti yang ada.

Lalu statistik harian yang datanya diambil dari Kementerian Kesehatan dan juga data dari update Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di setiap rentang pukul 4-5 sore.

Arya dan tim sudah mengkaji aplikasi ini selama satu bulan dan keunggulan yang ditawarkan adalah menggunakan sistem cloud yang cepat dan hampir tidak memerlukan pemeliharaan.

"(Menggunakan cloud) karena waktu development yang sangat singkat dan memerlukan kita menggunakan teknologi yang sangat cepat. Dan cloud di sini menjamin aplikasi ini bisa diakses 24 jam dan setiap harinya," imbuh tim pengembang, Albertus Angga Raharja dari Fasilkom UI.

Soal apakah hasil asesmen nanti akurat atau bisa digunakan sebagai diagnosis, salah satu pembimbing dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, FINASIM (Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI) menyatakan bahwa aplikasi ini hanya memberikan informasi apakah dia berisiko dan tidak akan menggantikan pemeriksaan fisik dan lainnya.

Aplikasi EndCorona buatan Universitas Indonesia. (Dok. Suara.com/Tangkapan Layar)
Aplikasi EndCorona buatan Universitas Indonesia. (Dok. Suara.com/Tangkapan Layar)

"Jadi aplikasi ini membantu memberikan pengertian terhadap risiko yang dimiliki. Namun tetap pemeriksaan fisik, laboratorium dan penunjang lainnya diperlukan," tegasnya.

Salah satu pembimbing lainnya, Prasandhya A. Yusuf, S.Si, M.T., Ph.D (Departemen Fisika Kedokteran FKUI / Klaster Medical Technology IMERI), juga menuturkan bahwa aplikasi ini menjadi upaya FKUI sebagai filter awal.

"Sehingga faskes-faskes tersebut tidak kewalahan didatangi oleh ODP dan PDP, bisa cek secara mandiri, lalu di situ akan diberikan suatu anjuran untuk pertama menghubungi helpline dari FKUI, dan juga menghubungi 119," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balita Perempuan di Purwakarta Positif Terjangkit Virus Corona

Balita Perempuan di Purwakarta Positif Terjangkit Virus Corona

Jabar | Kamis, 02 April 2020 | 05:57 WIB

Sembuh dari Corona Covid-19, Pangeran Charles: Saya Beruntung

Sembuh dari Corona Covid-19, Pangeran Charles: Saya Beruntung

Lifestyle | Kamis, 02 April 2020 | 05:46 WIB

Viral Broadcast Ahli Virus Soal Corona Covid-19, Fakta atau Hoax?

Viral Broadcast Ahli Virus Soal Corona Covid-19, Fakta atau Hoax?

Health | Kamis, 02 April 2020 | 05:55 WIB

Terkini

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

News | Senin, 14 September 2026 | 17:57 WIB

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:52 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara jadi Menteri Keuangan

Prabowo Lantik Suahasil Nazara jadi Menteri Keuangan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 17:51 WIB

Produser Film Sang Pengadil Didakwa Cuci Uang Zarof Ricar dengan 4 Modus

Produser Film Sang Pengadil Didakwa Cuci Uang Zarof Ricar dengan 4 Modus

News | Senin, 14 September 2026 | 17:49 WIB

Suahasil Nazara Resmi Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, DPR Ungkap Harapan Besar Ini

Suahasil Nazara Resmi Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, DPR Ungkap Harapan Besar Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 17:45 WIB

Mantan Menteri Malaysia Didakwa Gelapkan Dana Haji Rp 3,7 Miliar

Mantan Menteri Malaysia Didakwa Gelapkan Dana Haji Rp 3,7 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:35 WIB

Resmi Menikah, Christian Wilfandio Tetap Fokus Bawa Timnas Mini Soccer Indonesia ke Piala Dunia 2027

Resmi Menikah, Christian Wilfandio Tetap Fokus Bawa Timnas Mini Soccer Indonesia ke Piala Dunia 2027

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:35 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menkeu hingga Periode 2029

Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menkeu hingga Periode 2029

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:34 WIB

Dompet Aman, Perut Kenyang! Bayar Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu

Dompet Aman, Perut Kenyang! Bayar Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu

Bri | Senin, 14 September 2026 | 17:33 WIB

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB

×