Menkes Pakai Obat Tamiflu, Apa Bedanya dengan Avigan yang Dibeli Jokowi?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 03 April 2020 | 11:00 WIB
Menkes Pakai Obat Tamiflu, Apa Bedanya dengan Avigan yang Dibeli Jokowi?
Menkes Terawan gunakan tamiflu untuk obati pasien virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Menkes Pakai Obat Tamiflu, Apa Bedanya dengan Avigan yang Dibeli Jokowi?

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) merekomendasikan obat Tamiflu sebagai obat yang digunakan untuk pasien virus corona Covid-19 di Indonesia. Hal ini disampaikan Menkes Terawan, dalam rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi IX DPR RI.

Pemilihan obat tamiflu karena obat itu ada, tersedia dan diproduksi di dalam negeri. Sehingga tidak perlu repot-repot untuk mengimpor, seperti Presiden Jolo Widodo yang telah membeli avigan dari Jepang.

Lalu bagaimana perbandingan antara kedua obat tersebut?

Ketua PDPI Jakarta Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan belum ada penelitian atau praktik yang membandingkan efektivitas antara avigan dan tamflu. Mengingat avigan adalah obat flu dari Jepang yang sebelumnya tidak digunakan di Indonesia.

"Belum ada yang coba membandingkan, kan itu obat yang jarang dipakai avigan," kata Dr. Erlina saat dihubung Suara.com, Jumat (3/4/2020).

Adapun terkait efek samping, meski sama-sana serupa antivirus tamiflu dan avigan memiliki efek berbeda, karena memiliki komposisi yang berbeda.

"Itu 2 obat yang berbeda jadi berbedalah efek sampingnya," ujar dia.

Infografis Avigan obat Corona. (Dok. Suara.com)
Infografis Avigan obat Corona. (Dok. Suara.com)

Sayang, karena belum pernah membandingkan keduanya, Erlina enggan memaparkan perbedaan efek samping Tamiflu dan avigan ini.

Sementara itu Avigan sendiri pernah digunakan di Wuhan, China dan Jepang untuk mengobati pasien Covid-19. Perbandingannya adalah 91 persen paru-paru yang diberi avigan membaik, dan hanya 62 persen mereka yang tidak diberi obat yang paru-parunya membaik.

Sayang, sepertinya avigan tidak berfungsi kepada mereka yang kondisinya sudah sangat parah akibat virus corona. Sehingga peneliti menyimpulkan avigan tidak berfungsi dengan baik saat virus sudah belipat ganda.

Sedangan tamiflu adalah obat virus influenza yang sudah digunakan sejak tahun 2000-an. Obat ini juga sempat digunakan di Indonesia saat mengatasi wabah flu burung pada 2005. Sedangkan di Amerika Serikat, tamiflu juga diresepkan untuk penanganan wabah flu rutin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan PDPI Rekomendasikan Tamiflu Sebagai Obat Covid-19 di Indonesia

Ini Alasan PDPI Rekomendasikan Tamiflu Sebagai Obat Covid-19 di Indonesia

Health | Jum'at, 03 April 2020 | 09:58 WIB

Mengenal Tamiflu, Obat yang Digunakan Menkes Terawan untuk Atasi Corona

Mengenal Tamiflu, Obat yang Digunakan Menkes Terawan untuk Atasi Corona

Health | Jum'at, 03 April 2020 | 06:20 WIB

Obat Khusus Belum Ada, Terawan Pakai Tamiflu untuk Pasien Positif Corona

Obat Khusus Belum Ada, Terawan Pakai Tamiflu untuk Pasien Positif Corona

News | Kamis, 02 April 2020 | 21:54 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB