alexametrics

18 Negara Bebas Virus Corona, Peneliti Prediksi Wilayah Terakhir Infeksi

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
18 Negara Bebas Virus Corona, Peneliti Prediksi Wilayah Terakhir Infeksi
Peta penyebaran Covid-19 dari WHO seperti yang diakses pada Senin (23/3/2020). Terlihat kasus penularan lebih banyak terjadi di utara Khatulistiwa. [Dok WHO]

Saat mayoritas negara memerangi Covid-19, ada 18 negara yang masih bersih dari virus tersebut. Peneliti prediksikan wilayah terakhir yang akan terkontaminasi

Suara.com - Pada 12 Januari 2020, wabah corona masih mejadi virus lokal di China yang menyerang sejak November. Tidak ada satupun kasus yang ditemukan di negara lain. Namun, beberapa hari kemudian virus ini muncul di Jepang, Thailand, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.

Kini, Covid-19 menjadi pandemi dan momok di lebih dari 150 negara. Wabah corona telah ditemukan dari dari ujung Nepal hingga Nikaragua. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, masih adakah negara yang bisa jadi tempat bersembunyi dari virus corona?

Jawabannya adalah, masih.

Melansir dari BBC, per Kamis (2/4/2020) ada 18 negara yang masih belum ditemukan kasus Covid-19. Meskipun pernah ditemukan, negara tersebut mengaku bersih dari Covid-19.

Baca Juga: Malaysia Lockdown, Indonesia Kebanjiran Order Babi dari Singapura

18 negara tersebut meliputi: Komoro, Kiribati, Lesotho, Pulau Marshall, Mikronesia, Nauru, Korea Utara, Palau, Samoa, Sao Tome and Principe, Pulau Solomon, Sudan Selatan, Tajikistan, Tonga, Turkmenistan, Tuvalu, Vanuatu, dan Yaman.

Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Para peneliti berasumsi bahwa negara-negara tersebut mungkin sudah ada kasus namun tidak diketahui. Seperti di Korea Utara yang menyatakan 0 kasus. Begitupun dengan Yaman, kasus 0 namun negara sedang dalam kondisi konflik.

Alasan lain adalah karena keterpencilan wilayah yang membuat negara-negara bebas Covid-19 jarang dikunjungi warga asing. Sesuai data PBB, beberapa negara di atas masuk dalam 10 negara dengan kunjungan tersedikit.

Keterpencilan negara-negara tersebut menurut PBB adalah bentuk dari isolasi yang alami. Misalnya Nauru, negara yang berada di Samudra pasifik itu hanya memiliki 160 wisatawan setiap tahunnya.

Baca Juga: Viral Lipstik Kissproof Rasa Pete, Ternyata Begini Faktanya

Komentar