facebook

Virus Corona Covid-19 Bisa Menular Saat Berbicara? Ilmuwan Ungkap Fakta

Bimo Aria Fundrika
Virus Corona Covid-19 Bisa Menular Saat Berbicara? Ilmuwan Ungkap Fakta
Masker yang Direkomendasikan WHO. [Shutterstock]

Selama ini penelitian menyebut virus Corona Covid-19 menular lewat droplets dan kontak dekat.

Suara.com - Dugaan penyebaran virus corona atau Covid-19 hingga kini masih terus diteliti. Sejumlah penelitian menyebut bahwa virus ini menular melalui droplets dan kontak dekat.

Namun, salah seorang ilmuwan terkenal Amerika Serikat baru-baru ini menyebut bahwa virus ini bisa menyebar melalui pernapasan normal dan pada saat berbicara. Hal ini kembali mengingatkan pentingnya menggunakan masker.

Seperti dilansir dari Asia One, Kepala penyakit menular di National Institutes of Health, Anthony Fauci, mengatakan bahwa panduan tentang masker akan diubah "karena beberapa informasi baru-baru ini menyatakan virus Corona Covid-19 sebenarnya dapat menyebar bahkan ketika orang hanya berbicara.

Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)
Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)

Komentar Fauci datang setelah National Academy of Sciences (NAS) mengirim surat ke Gedung Putih pada 1 April yang merangkum penelitian terbaru tentang masalah ini.

Baca Juga: Bocah 6 Tahun Berikan Uang Tabungan untuk Beli APD Perawat Pasien Corona

Dikatakan bahwa meskipun penelitian belum konklusif, hasil studi yang tersedia konsisten menyatakan bahwa virus bisa menybar melalui udara lewat pernapasan normal.

Hingga saat ini, badan kesehatan Amerika Serikat mengatakan bahwa jalur utama penularan masih melalui tetesan pernapasan, berdiameter sekitar satu milimeter, yang dikeluarkan oleh orang sakit ketika bersin atau batuk. Ini dengan cepat jatuh ke tanah sekitar satu meter jauhnya.

Sebelumnya, sebuah studi yang didanai NIH baru-baru ini yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa virus SARS-CoV-2 dapat menjadi aerosol dan tetap bertahanselama tiga jam.

Ini memicu perdebatan bahkan ketika para kritikus mengatakan temuan itu berlebihan karena tim di belakang penelitian menggunakan perangkat medis yang disebut nebulizer untuk sengaja membuat kabut virus dan berpendapat ini tidak akan terjadi secara alami.

Baca Juga: Hasil Studi: Iklim Tropis Sebenarnya Tak Cocok untuk Covid-19

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar