Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Hamil Setelah 'Kosong' Bertahun-tahun

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Rabu, 08 April 2020 | 14:40 WIB
Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Hamil Setelah 'Kosong' Bertahun-tahun
Ilustrasi kesehatan mental Ibu hamil harus dijaga dengan baik. (shutterstock)

Suara.com - Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Hamil Setelah 'Kosong' Bertahun-tahun.

Hampir setiap pasangan menikah selalu ingin dikaruniai seorang anak, tapi tak semua pasangan bisa dengan mudah mendapatkannya.

Beberapa  harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa diberikan momongan. Tentunya, hal itu tak hanya butuh persiapan fisik, tapi juga mental dari sang ibu.

Pada dasarnya, menurut Liza Marielly Djaprie, psikolog klinis dari Sanatorium Dharmawangsa, persiapan mental yang perlu dilakukan tak jauh beda dari mereka yang tak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan momongan.

Ilustrasi hamil anak kembar. (unsplash)
Ilustrasi hamil . (unsplash)

"Mungkin yang perlu lebih dipersiapkan adalah, kadang-kadang setelah menunggu sekian lama ada kekhawatiran berlebih, jadi jaga-jaganya gimana gitu dan muncul kecemasan. Takut inilah, takut itulah," kata Liza, sapaannya, kepada Suara.com, Selasa (7/4/2020).

Akan tetapi sepanjang masih tetap berada mengikuti pakem-pakem yang sudah diberikan oleh dokter, kata Liza, seharusnya semuanya akan tetap baik-baik saja.

Ia menyarankan bagi ibu hamil yang baru saja berbahagia mendapatkan momongan setelah menunggu bertahun-tahun untuk belajar tetap menikmati proses tersebut.

"Karena kalau dibuat khawatir, cemas, takut, itu juga nantinya akan mempengaruhi sang janin," lanjutnya.

Kemudian apabila kita memiliki kecemasan terhadap hal tertentu, bisa berisiko mengalami psikosomatik atau tahu-tahu merasakan apa yang kita cemaskan.

baca juga

Oleh karena itu sebisa mungkin untuk menikmati proses kehamilan tersebut, dan bersyukur setelah menanti sekian lama.

Selain itu, penting juga untuk belajar mengelola stres, dan beberapa emosi negatif yang bisa datang seperti ketakutan, kecemasan, kekhawatiran.

Mempersiapkan diri dalam aspek mental juga penting bagi para pasangan yang masih menunggu untuk dikaruniai momongan. Perceraian bisa terjadi apabila hal tersebut tidak dilakukan dengan baik.

Liza menuturkan bahwa perceraian sebenarnya bisa terjadi pada mereka yang sudah memiliki anak maupun belum memiliki anak.

Walau terkesan lebih mudah terjadi pada mereka yang belum memiliki anak karena tidak ada beban hak asuh anak.

"Jadi terlihat lebih mudah padahal sebenarnya statistiknya terjadi pada dua belah pihak pernikahan," kata Liza.

Maka dari itu, pasutri perlu belajar bagaimana mereka kembali mengatur komitmen mereka, bagaimana mereka menjaga perasaan masing-masing dalam proses penantian tersebut.

"Sehingga rasa sayang dan cinta itu tetap ada walaupun 'hanya berdua'. Bisa dijaga terus sepanjang tahun, sepanjang pernikahan mereka," tandas Liza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hamil Setelah 10 Tahun Kosong Seperti Rianti Cartwright, Perlu Minum Obat?

Hamil Setelah 10 Tahun Kosong Seperti Rianti Cartwright, Perlu Minum Obat?

Health | Selasa, 07 April 2020 | 06:05 WIB

Ibu Hamil Perlu Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19, Ikuti Panduan WHO

Ibu Hamil Perlu Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19, Ikuti Panduan WHO

Health | Kamis, 02 April 2020 | 17:01 WIB

Meski Tidak Berisiko, Ibu Hamil dengan Covid-19 Bisa Tularkan pada Bayi

Meski Tidak Berisiko, Ibu Hamil dengan Covid-19 Bisa Tularkan pada Bayi

Health | Rabu, 01 April 2020 | 17:52 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×