Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Hamil Setelah 'Kosong' Bertahun-tahun

Bimo Aria Fundrika | Frieda Isyana Putri
Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Hamil Setelah 'Kosong' Bertahun-tahun
Ilustrasi kesehatan mental Ibu hamil harus dijaga dengan baik. (shutterstock)

Merencanakan kehamilan tak hanya butuh persiapan fisik, tapi juga mental.

Suara.com - Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Hamil Setelah 'Kosong' Bertahun-tahun.

Hampir setiap pasangan menikah selalu ingin dikaruniai seorang anak, tapi tak semua pasangan bisa dengan mudah mendapatkannya.

Beberapa  harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa diberikan momongan. Tentunya, hal itu tak hanya butuh persiapan fisik, tapi juga mental dari sang ibu.

Pada dasarnya, menurut Liza Marielly Djaprie, psikolog klinis dari Sanatorium Dharmawangsa, persiapan mental yang perlu dilakukan tak jauh beda dari mereka yang tak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan momongan.

Ilustrasi hamil anak kembar. (unsplash)
Ilustrasi hamil . (unsplash)

"Mungkin yang perlu lebih dipersiapkan adalah, kadang-kadang setelah menunggu sekian lama ada kekhawatiran berlebih, jadi jaga-jaganya gimana gitu dan muncul kecemasan. Takut inilah, takut itulah," kata Liza, sapaannya, kepada Suara.com, Selasa (7/4/2020).

Akan tetapi sepanjang masih tetap berada mengikuti pakem-pakem yang sudah diberikan oleh dokter, kata Liza, seharusnya semuanya akan tetap baik-baik saja.

Ia menyarankan bagi ibu hamil yang baru saja berbahagia mendapatkan momongan setelah menunggu bertahun-tahun untuk belajar tetap menikmati proses tersebut.

"Karena kalau dibuat khawatir, cemas, takut, itu juga nantinya akan mempengaruhi sang janin," lanjutnya.

Kemudian apabila kita memiliki kecemasan terhadap hal tertentu, bisa berisiko mengalami psikosomatik atau tahu-tahu merasakan apa yang kita cemaskan.

Oleh karena itu sebisa mungkin untuk menikmati proses kehamilan tersebut, dan bersyukur setelah menanti sekian lama.

Selain itu, penting juga untuk belajar mengelola stres, dan beberapa emosi negatif yang bisa datang seperti ketakutan, kecemasan, kekhawatiran.

Mempersiapkan diri dalam aspek mental juga penting bagi para pasangan yang masih menunggu untuk dikaruniai momongan. Perceraian bisa terjadi apabila hal tersebut tidak dilakukan dengan baik.

Liza menuturkan bahwa perceraian sebenarnya bisa terjadi pada mereka yang sudah memiliki anak maupun belum memiliki anak.

Walau terkesan lebih mudah terjadi pada mereka yang belum memiliki anak karena tidak ada beban hak asuh anak.

"Jadi terlihat lebih mudah padahal sebenarnya statistiknya terjadi pada dua belah pihak pernikahan," kata Liza.

Maka dari itu, pasutri perlu belajar bagaimana mereka kembali mengatur komitmen mereka, bagaimana mereka menjaga perasaan masing-masing dalam proses penantian tersebut.

"Sehingga rasa sayang dan cinta itu tetap ada walaupun 'hanya berdua'. Bisa dijaga terus sepanjang tahun, sepanjang pernikahan mereka," tandas Liza.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS