Virus Corona Covid-19 pada Orang Sakit Mental Lebih Parah, Ini Alasannya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 08 April 2020 | 15:23 WIB
Virus Corona Covid-19 pada Orang Sakit Mental Lebih Parah, Ini Alasannya!
Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Priscilla Du Preez)

Suara.com - Masa isolasi diri selama wabah virus corona Covid-19 tidak hanya memengaruhi aktivitas sosial, tetapi juga kesehatan mental. Padahal gangguan mental bisa menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap virus corona Covid-19.

Para ahli dilansir dari Healthline, mengatakan orang dengan penyakit mental parah lebih berisiko mengalami masalah serius akibat virus corona Covid-19. Karena, orang dengan penyakit mental memiliki gaya hidup yang meningkatkan risiko tertular virus corona jenis baru ini.

Masalah kesehatan mental biasanya membuat seseorang lebih sulit memenuhi kebutuhannya paling dasar, seperti makanan, obat-obatan dan perawatan kesehatan.

Selain itu, mereka juga seringkali memiliki masalah kesehatan mendasar. Semua faktor ini bisa menempatkan seseorang dengan penyakit mental dalam kondisi parah bila terinfeksi virus corona CCovid-19.

Karena itu, orang dengan gangguan kejiwaan termasuk dalam kelompok orang yang paling rentan terhadap virus corona Covid-19, seperti lansia, orang terlalu muda dan lainnya.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Fumi Mitsuishi , direktur Divisi UCSF/ZSFG dari Citywide Case Management di San Francisco, mengatakan orang yang memiliki gangguan kejiwaan, seperti skizofrenia, gangguan bipolar atau depresi lebih berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19.

Orang dengan penyakit mental biasanya juga rentan menyalahgunakan zat yang terkait dengan peningkatan risiko mereka menderita penyakit menular.

Terlebih, bila orang dengan penyakit mental juga memiliki kebiasaan merokok. Kebiasaan itulah yang meningkatkan risiko 60-70 persen terhadap penyakit.

Adapun penyakit yang rentan menyerang mereka, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit pernapasan lainnya yang membuat seseorang lebih mungkin mengalami komplikasi Covid-19.

baca juga
Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Priscilla Du Preez)
Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Priscilla Du Preez)

Di sisi lain, banyak orang dengan penyakit mental parah juga tidak percaya dengan sistem perawatan kesehatan. Hal ini membuat mereka lebih berisiko karena menolak pergi ke rumah sakit.

Mereka juga mungkin menunda mencari pengobatan jika mengalami gejala virus corona Covid-19. Padahal keterlambatan perawatan medis bisa bmenyebabkan kefatalan pada penderita virus corona Covid-19.

Karena itu, unit psikiatrik mungkin harus lebih bersiap menghadapi pandemi virus corona Covid-19 yang berisiko besar bagi pasien penyakit mentalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Pasien Positif Corona Dibolehkan Pulang, Ini Penjelaskan Dinkes Jambi

Geger Pasien Positif Corona Dibolehkan Pulang, Ini Penjelaskan Dinkes Jambi

News | Rabu, 08 April 2020 | 15:13 WIB

Menkominfo Sebut 77 Kasus Hoaks Terkait Corona Sudah Diproses Polisi

Menkominfo Sebut 77 Kasus Hoaks Terkait Corona Sudah Diproses Polisi

News | Rabu, 08 April 2020 | 15:12 WIB

Emosi Berubah, Ini 5 Perilaku yang Menandakan Stres pada Anak

Emosi Berubah, Ini 5 Perilaku yang Menandakan Stres pada Anak

Health | Rabu, 08 April 2020 | 14:43 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×