Vaksin BCG untuk Covid-19 Tak Dapat Digunakan pada Semua Orang

Rabu, 08 April 2020 | 15:35 WIB
Vaksin BCG untuk Covid-19 Tak Dapat Digunakan pada Semua Orang
Ilustrasi vaksin ( shutterstock )

Suara.com - Para ilmuwan Australia tengah menguji efektivitas vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) dalam mengobati infeksi Covid-19. Vaksin BCG dikembangkan seabad lalu untuk mengatasi tuberkulosis (TB) di Eropa.

Ilmuwan di Melbourne, Australia, sudah memberikan vaksin BCG ini kepada ribuan tenaga medis pada Senin lalu. Ini termasuk dalam uji coba terkontrol secara acak pertama.

Menurut ahli, vaksin BCG ini kemungkinan bekerja dengan 'melatih' sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan merespons berbagai infeksi, termasuk yang berasal dari virus, bakteri, hingga parasit.

"Vaksin ini telah menyelamatkan banyak nyawa seperti vaksin polio, ini adalah kisah yang luar biasa," kata Nigel Curtis, peneliti penyakit menular di University of Melbourne dan Murdoch Children's Reseacrh Institute, dikutip dari New York Post.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini pun meninjau dan menyimpulkan bahwa vaksin BCG memiliki 'efek di luar target' yang menguntungkan.

Ilustrasi Vaksin [Shutterstock]
Ilustrasi Vaksin [Shutterstock]

Mereka juga merekomendasikan untuk melakukan lebih banyak uji coba vaksin terhadap berbagai infeksi lainnya.

Namun ternyata vaksin ini juga tidak semua orang dapat menggunakannya.

Menurut Direktur Imunologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Denise Faustman, vaksin ini tidak dapat diberikan pada siapa pun yang memiliki sistem kekebalan tubuh terganggu, karena ini adalah Live Attenuated Vaccine (LAV) atau vaksin hidup yang dilemahkan.

Berdasarkan WHO, maksud dari Live Attenuated Vaccine (LAV) adalah vaksin yang dibuat dari mikroorganisme patogen (virus atau bakteri) hidup yang telah dilemahkan di laboratorium.

Baca Juga: Studi: Kandidat Vaksin MERS Bisa Jadi Solusi Atasi Virus Corona Covid-19

Ilustrasi vaksin (Shutterstock)

Mikroorganisme ini akan tumbuh dalam tubuh penerima vaksin tetapi tidak akan menyebabkan sakit atau hanya sakit ringan, karena dilemahkan.

Jadi, vaksin BCG ini mengandung bakteri tuberkulosis yang sudah dilemahkan.

Faustman juga mengatakan vaksin ini tidak boleh digunakan pada pasien rawat inap dengan penyakit aktif, karena mungkin tidak bekerja cukup cepat dan dapat berinteraksi buruk dengan perawatan lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI