Beredar Teori Konspirasi Kematian Corona AS Dilebihkan, Pakar Ungkap Fakta

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 10 April 2020 | 14:57 WIB
Beredar Teori Konspirasi Kematian Corona AS Dilebihkan, Pakar Ungkap Fakta
Penanganan jenazah pasien covid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)

Suara.com - Beredar Teori Konspirasi Kematian Corona Covid-19 di AS Dilebih-lebihkan, Ahli Ungkap Fakta

Sejak terus beredarnya virus corona atau Covid-19 di lebih dari 200 negara di seluruh dunia, beberapa teori konspirasi sempat beredar. Salah satunya yang menyebut bahwa jumlah resmi kematian akibat Corona Covid-19 di Amerika Serikat dilebih-lebihkan.

Tapi, hal itu dibantah oleh Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular terkenal di Amerika Serikat. Menurut lelaki yang pernah menjabat sebagai direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular sejak tahun 1984 ini, klaim tersebut sangatlah tidak berdasar.

"Jelas tidak ada bukti bahwa itulah kasusnya. Saya rasa ini termasuk hal yang disayangkan, tentang teori konspirasi yang kita dengar ini. Tiap kali kita memiliki krisis, hal seperti ini selalu muncul," katanya kepada situs NBC.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien Corona Covid-19 menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Menurut penghitungan resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hingga akhir Rabu (8/4/2020) dikatakan ada 12.754 pasien meninggal dunia di AS karena virus corona, dari total 395.011 orang yang terkonfirmasi positif.

Jumlah kematian jadi berlipat ganda sejak minggu lalu. Sementara itu, New York masih terus menjadi pusat krisis setelah mengalami total kasus infeksi lebih banyak dari keseluruhan Spanyol, bersamaan dengan 4.000 kematian.

Pakar kesehatan banyak mengkritik kurangnya perencanaan yang dilakukan oleh Presiden Trump sehingga AS menjadi hotspot virus corona global, demikian dikutip dari The Guardian.

Selain itu, ada juga masalah kelangkaan tes dan peralatan yang menyebabkan rumah sakit kewalahan di berbagai tempat. Mereka menyatakan putus ada mencari sumber ventilator, masker, dan gaun APD.

Brit Hume dari Fox News, sebelumnya mencuit bahwa kematian di New York telah dilebih-lebihkan, muncul dalam acara tengah malam Tucker Carlson, untuk mengklaim bahwa siapapun yang mengidap virus tersebut akan dihitung sebagai kematian akibat Corona Covid-19, terlepas penyakitnya benar atau tidak.

baca juga

"Mungkin ada berbagai macam alasan mengapa orang mencari-cari hitungan kematian yang tidak akurat. Saat jurnalis bekerja dengan angka, terkadang ada agenda," kata Carlson.

Sementara itu, CDC menyatakan kurang lebih 90 persen pasien virus Corona Covid-19 yang dirawat setidaknya memiliki satu penyakit penyerta. Orang kulit hitam dan lanjut usia secara tidak proporsional dirawat di rumah sakit karena virus, disebabkan meningkatnya kondisi lain seperti diabetes, hipertensi, atau masalah pernapasan.

Oleh karena itu, faktanya  angka kematian virus Corona Covid-19 yang sebenarnya lebih tinggi daripada yang dikira para tokoh tersebut, ketimbang dilebih-lebihkan. CDC juga sudah mengakui bahwa perhitungannya 'terlalu rendah' karena hanya menghitung kasus yang telah dikonfirmasi dalam uji laboratorium.

Ahli epidemiologi mengatakan bahwa kurangnya pengujian Amerika Serikat juga menyebabkan banyak orang meninggal tidak dihitung sebagai pasien Covid-19. Sementara mereka yang meninggal di rumah atau rumah perawatan tidak dites virus tersebut.

"Saya pikir malah lebih banyak kemungkinan kehilangan angka yang benar-benar termasuk kematian akibat virus corona yang tidak terhitung. Tapi saya tidak berpikir angka itu cukup signifikan untuk benar-benar mengubah tren yang kita lihat, sama sekali," pungkas Fauci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teori Konspirasi Corona: Disebabkan oleh Jaringan 5G, Dipercayai Selebriti

Teori Konspirasi Corona: Disebabkan oleh Jaringan 5G, Dipercayai Selebriti

News | Minggu, 05 April 2020 | 18:03 WIB

Virus Corona dalam Konspirasi: Dari Sup Kelelawar hingga Perawat Misterius

Virus Corona dalam Konspirasi: Dari Sup Kelelawar hingga Perawat Misterius

News | Senin, 03 Februari 2020 | 13:04 WIB

Beredar Teori Konspirasi Virus Corona adalah Senjata Biologis, Hoax?

Beredar Teori Konspirasi Virus Corona adalah Senjata Biologis, Hoax?

Health | Senin, 27 Januari 2020 | 17:11 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×