Tetap di Rumah! Pemerintah Sebut Virus Corona Berkembang Biak dengan Cepat

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Senin, 13 April 2020 | 16:57 WIB
Tetap di Rumah! Pemerintah Sebut Virus Corona Berkembang Biak dengan Cepat
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

Suara.com - Tetap di Rumah! Pemerintah Sebut Virus Corona Berkembang Biak dengan Cepat

Sifat virus Corona Covid-19 yang cepat berkembang biak membuat kasus konfirmasi positif di Indonesia kian bertambah dari hari ke hari. Laporan terbaru menyebut 4.557 orang terinfeksi, dengan 380 orang dinyatakan sembuh dan 399 orang meninggal dunia.

Kini, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan virus yang berasal dari Wuhan, China ini bisa berkembang biak dengan cepat dan bermutasi di dalam tubuh. Untuk itu demi menghindari risiko penularan, masyarakat diminta tetap diam di rumah.

"Sifat virus corona ini adalah mampu berkembang biak dengan cara memecah diri, mereplika diri sendiri dan sering kali bermutasi," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (13/4/2020).

Ia mengatakan masalah terbesar ada pada orang yang masih suka bepergian bertemu satu orang dengan orang lain, membawa virus dan terpapar berulang kali. Sehingga virus yang sudah berkembang biak itu menumpuk.

"Oleh karena itu ini sangat rentan apabila orang yang tidak patuh untuk tetap tinggal di rumah terpapar berulang-ulang oleh pembawa virus yang lain," jelasnya.

Alhasil, semakin banyak virus yang masuk dan berkembang biak, juga ditambah virus masuk dari luar, akan memperparah kondisi tubuh seseorang meskipun sistem imunnya bagus.

"Secara klinis gambaran viral load, jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh ini akan berpengaruh terhadap gambaran keluhan klinisnya. Semakin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh kita, maka akan semakin berat gejala fisik yang muncul," paparnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Capture Youtube BNPB Indonesia)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Capture Youtube BNPB Indonesia)

Dirjen P2P Kemenkes itu pun sepakat Indonesia dan seluruh pejabat negara di dunia percaya, berdiam diri di rumah adalah solusi terbaik menekan perkembangbiakan dan persebaran virus, sehingga mutasi tidak terjadi.

baca juga

"Oleh karena itu, sepakat seluruh dunia untuk mengatakan tinggal di rumah. Agar kemudian paparan virus ini tidak semakin hari semakin banyak, yang nantinya akan berimplikasi keluhan fisik yang setiap hari semakin lama semakin menjelek," ungkapnya.

Yurianto kemudian memaparkan jumlah sebaran Covid-19 di Indonesia yang semakin banyak dan cepat, menandakan banyak orang belum patuh melakukan pembatasan aktivitas sosial. Maka kini beberapa daerah sudah dan akan menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Banten di sejumlah wilayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Ojol di Permenhub dan Permenkes Beda, PKS: Bukti Tak Kompak

Aturan Ojol di Permenhub dan Permenkes Beda, PKS: Bukti Tak Kompak

News | Senin, 13 April 2020 | 16:51 WIB

Innalillahi Kabar Duka dari Jubir COVID-19, 399 Pasien Corona RI Meninggal

Innalillahi Kabar Duka dari Jubir COVID-19, 399 Pasien Corona RI Meninggal

News | Senin, 13 April 2020 | 16:48 WIB

Pihak Swasta akan Dilibatkan dalam Pemeriksaan Corona Lewat Tes PCR

Pihak Swasta akan Dilibatkan dalam Pemeriksaan Corona Lewat Tes PCR

News | Senin, 13 April 2020 | 16:44 WIB

Terkini

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

News | Senin, 28 September 2026 | 21:17 WIB

Polemik Lahan Teuku Umar 2, Temasra Jaya Bantah Klaim Aset BMN Mabes TNI

Polemik Lahan Teuku Umar 2, Temasra Jaya Bantah Klaim Aset BMN Mabes TNI

News | Senin, 28 September 2026 | 21:12 WIB

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:06 WIB

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

News | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Video | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

×