Cegah Penyebaran Virus Corona di Rumah, Ahli Sarankan Buka Jendela

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 14 April 2020 | 14:06 WIB
Cegah Penyebaran Virus Corona di Rumah, Ahli Sarankan Buka Jendela
Ilustrasi kantor. [Shutterstock]

Suara.com - Semua orang disarankan menjaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19, baik yang bekerja dari rumah maupun kantor.

Kini, para ilmuwan pun sedang mempelajari cara mengurangi penyebaran virus corona Covid-19 di lingkungan rumah dan kantor.

Para peneliti dari UC-Davis dan University of Oregon yang telah menerbitkan laporannya di jurnal mSystems menghasilkan beberapa rekomendasi untuk ruang kerja yang lebih sehat di tengah wabah virus corona Covid-19.

Adapun dua saran peneliti, yakni membuka jendela untuk menjaga sirkulasi udara yang lebih baik dan membuka tirai untuk mendapatkan sinar matahari secara alami.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami dampak cahaya alami pada virus di dalam ruangan. Tapi, cahaya matahari bagaikan sumber daya alami yang bermanfaat untuk kesehatan.

Penelitian ini juga mendesak operator gedung dan administrator kantor untuk memasang tanda yang bisa mengingatkan karyawan mencuci tangan dengan sabun dan air hangat selama 20 detik.

ilustrasi kerja (shutterstock)
ilustrasi kerja (shutterstock)

Selain itu, kantor juga perlu menyediakan akses pembersih tangan berbasis alkohol dan menerapkan protokol kebersihan yang ketat, terutama di area yang berisiko tinggi, seperti wastafel dan toilet.

Para ilmuwan juga menuliskan bahwa banyaknya udara yang masuk ke dalam ruangan dari luar bisa melarutkan partikel virus dalam ruangan.

"Tidak ada sistem filter yang sempurna. Tapi penelitian baru-baru ini menemukan celah di tepi filter rumah sakit yang menjadi faktor penyebab kegagalan sistem penyaringan untuk menghilangkan patogen dari lingkungan udara bersama," kata para peneliti dikutip dari New York Post.

Peneliti juga mencatat bahwa virus cenderung lebih suka udara kering. Sehingga lingkungan yang lembap di dalam ruangan bisa mencegah penyebaran virus.

Selain itu, udara lembab di dalam ruangan juga bisa membuat virus yang menyebabkan penyakit tidak aktif lagi.

"Bangunan modern umumnya dirancang untuk mendukung percampuran sosial, dari ruang tamu yang terbuka di rumah hingga desain kantor terbuka," jelasnya.

Desain modern ini sengaja untuk meningkatkan interaksi sosial di antara pekerja dan menghasilkan lebih banyak kreativitas.

Tapi, desain kantor yang modern seperti itu bukan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan karyawannya. Desain bangunan modern justru bisa menyebabkan virus menyebar lebih luas dan cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Buka saat PSBB, Plaza Kenari Mas Ditutup Satpol PP

Masih Buka saat PSBB, Plaza Kenari Mas Ditutup Satpol PP

News | Selasa, 14 April 2020 | 14:00 WIB

Sehari 5 Penumpang karena PSBB, Sopir Mikrolet Cuma Bisa Elus Dada

Sehari 5 Penumpang karena PSBB, Sopir Mikrolet Cuma Bisa Elus Dada

News | Selasa, 14 April 2020 | 13:23 WIB

Update Pasien Corona RSD Wisma Atlet: 394 Positif, 135 PDP dan 47 ODP

Update Pasien Corona RSD Wisma Atlet: 394 Positif, 135 PDP dan 47 ODP

News | Selasa, 14 April 2020 | 13:12 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB