Masih Buka saat PSBB, Plaza Kenari Mas Ditutup Satpol PP

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Selasa, 14 April 2020 | 14:00 WIB
Masih Buka saat PSBB, Plaza Kenari Mas Ditutup Satpol PP
Mal Kenari Mas di Jakarta. [plazakenarimas.co.id]

Suara.com - Sudah empat hari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di DKI Jakarta.

Dalam penerapannya, pihak berwenang berusaha melakukan pengurangan kerumunan massa, salah satunya yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menutup Plaza Kenari Mas, Jakarta Pusat.

Penutupan itu dilakukan Satpol PP DKI Jakarta pada Selasa (14/4/2020). Melalui akun Instagram resminya, Satpol PP DKI tampak mendatangi Plaza Kenari Mas Jakarta Pusat untuk meminta para penjaga toko untuk menutup tempat usahanya.

"Satpol PP tutup aktivitas perdagangan Plaza Kenari Mas Jakarta Pusat," cuit admin akun Instagram @satpolpp.dki pada Selasa.

Adapun penutupan Plaza Kenari Mas Jakarta Pusat tersebut dikarenakan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Dalam Pasal 5 Ayat 4 Pergub Nomor 33 Tahun 2020 disebutkan pembatasan aktivitas luar rumah dalam pelaksanaan PSBB meliputi pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan atau institusi pendidikan lainnya, aktivitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya dan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

"Satpol PP akan terus bertindak tegas guna mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pengendara Motor Berlapis Plastik, Warganet: Demi Lawan Corona!

Viral Pengendara Motor Berlapis Plastik, Warganet: Demi Lawan Corona!

Jogja | Selasa, 14 April 2020 | 13:48 WIB

Geger Warga Solo Temukan Ramuan Virus Corona, Sembuhkan 7 Orang di Jakarta

Geger Warga Solo Temukan Ramuan Virus Corona, Sembuhkan 7 Orang di Jakarta

Jawa Tengah | Selasa, 14 April 2020 | 13:47 WIB

Jasad Ibunya Ditolak Warga, Anak Perawat Corona Dapat Beasiswa Sampai Lulus

Jasad Ibunya Ditolak Warga, Anak Perawat Corona Dapat Beasiswa Sampai Lulus

News | Selasa, 14 April 2020 | 13:44 WIB

Prediksi Peneliti: Jika Mudik, 1 Juta Penduduk Jawa Bisa Terinfeksi Corona

Prediksi Peneliti: Jika Mudik, 1 Juta Penduduk Jawa Bisa Terinfeksi Corona

News | Selasa, 14 April 2020 | 13:36 WIB

RS Rujukan Covid-19 Penuh, Pasien Positif Corona Meninggal di RS Swasta

RS Rujukan Covid-19 Penuh, Pasien Positif Corona Meninggal di RS Swasta

News | Selasa, 14 April 2020 | 13:35 WIB

WHO: Virus Corona Sepuluh Kali Lebih Mematikan daripada Flu Babi

WHO: Virus Corona Sepuluh Kali Lebih Mematikan daripada Flu Babi

Health | Selasa, 14 April 2020 | 13:56 WIB

Sehari 5 Penumpang karena PSBB, Sopir Mikrolet Cuma Bisa Elus Dada

Sehari 5 Penumpang karena PSBB, Sopir Mikrolet Cuma Bisa Elus Dada

News | Selasa, 14 April 2020 | 13:23 WIB

Kabupaten Karanganyar Baru Tetapkan KLB Virus Corona, Ini Alasannya

Kabupaten Karanganyar Baru Tetapkan KLB Virus Corona, Ini Alasannya

Jawa Tengah | Selasa, 14 April 2020 | 13:21 WIB

Tak Mau Pakai Masker, Pria Ini Menjadi Orang Pertama Terinfeksi Covid-19

Tak Mau Pakai Masker, Pria Ini Menjadi Orang Pertama Terinfeksi Covid-19

Health | Selasa, 14 April 2020 | 13:40 WIB

Terkini

Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo

Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

Legislatif Jadi Sorotan: Kepatuhan LHKPN Baru 55 Persen, KPK Ingatkan Keteladanan Wakil Rakyat

Legislatif Jadi Sorotan: Kepatuhan LHKPN Baru 55 Persen, KPK Ingatkan Keteladanan Wakil Rakyat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta

Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:06 WIB

Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo

Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:00 WIB

Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap

Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:54 WIB

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:46 WIB

ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?

ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:41 WIB

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:37 WIB

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:35 WIB