Tofacitinib Disebut Berpotensi Jadi Obat Corona Covid-19, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Kamis, 16 April 2020 | 07:40 WIB
Tofacitinib Disebut Berpotensi Jadi Obat Corona Covid-19, Apa Itu?
Ilustrasi obat Covid-19. [AFP/Gerard Julien]

Suara.com - Tofacitinib Disebut Berpotensi Jadi Obat Corona Covid-19, Apa Itu?

Sebuah riset di Italia kini sedang meneliti penggunaan tofacitinib, agen oral penghambat Janus Kinase (JAK) yang disebut berpotensi untuk membantu mengobati pasien Covid-19.

Penelitian ini direncanakan akan dimulai di Italia pada akhir pekan ini. Studi ini didukung oleh dana hibah Pfizer. Kini Pfizer juga sedang berdiskusi dengan institusi lain mengenaii studi tambahan yang melibatkan tofacitinib dan modulator imun potensial lainnya.

Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

Menurut rilis resmi yang diterima Suara.com, penelitian ini dilakukan berdasarkan hipotesis bahwa penghambat JAK dapat mengurangi peradangan sistemik dan alveolar pada pasien dengan pneumonia terkait Covid-19.

Caranya dengan menghambat keterlibatan sinyal sitokin esensial dalam respon peradangan imun yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.  Hal itu kemudian berakibat munculnya gejala pernapasan akut pada pasien Covid-19. Penting untuk dicatat, saat ini tofacitinib tidak disetujui penggunaannya bagi pasien dengan infeksi serius aktif.

“Meskipun pekerjaan ini dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun, kami berupaya semaksimal mungkin menemukan peluang untuk menghemat waktu dan memilih bekerja secara paralel daripada secara linier," jelas Mikael Dolsten, Chief Scientific Officer dan Presiden dari Worldwide Research, Development & Medical, Pfizer.

“Untuk mencapai ini dibutuhkan pendekatan yang berkolaborasi dan bermitra dengan seluruh pihak yang bergerak dalam inovasi kesehatan - dari komunitas akademik, mitra industri, pembuat kebijakan, serta pemerintah," tambahnya.

Mikael juga mengumumkan bahwa pada bulan Maret nanti, Pfizer akan berkolaborasi dengan BioNtech untuk bersama-sama mengembangkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA, yang mungkin akan menjadi yang pertama di kelasnya.

"Ancaman publik seperti virus corona COVID-19 ini mendorong kita untuk segera mengedepankan segenap sumber daya dan keahlian kita dalam mengatasi situasi paling menantang dalam sejarah medis di abad ini," katanya lagi.

Pfizer juga akan menerbitkan ulasan terbuka mengenai data klinis dan in-vitro soal obat Azithromycin yang beberapa waktu lalu disebut-sebut dapat mengobati Covid-19. Ulasan ini diharapkan dapat berperan dalam studi mengenai obat untuk Covid-19 di masa mendatang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diam-diam, Indonesia Beli Bahan Baku Obat untuk Virus Corona dari India

Diam-diam, Indonesia Beli Bahan Baku Obat untuk Virus Corona dari India

Bisnis | Rabu, 15 April 2020 | 16:59 WIB

Ahli Uji Obat Colchicine untuk Pasien Virus Corona Covid-19!

Ahli Uji Obat Colchicine untuk Pasien Virus Corona Covid-19!

Health | Rabu, 15 April 2020 | 13:47 WIB

Terbukti Atasi SARS, Peneliti Tingkatkan Valinomycin untuk Obat Covid-19

Terbukti Atasi SARS, Peneliti Tingkatkan Valinomycin untuk Obat Covid-19

Health | Selasa, 14 April 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB