Hari Hemofilia Sedunia, Ketahui Penyebab dan Jenis Kelainan Langka ini!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 17 April 2020 | 14:15 WIB
Hari Hemofilia Sedunia, Ketahui Penyebab dan Jenis Kelainan Langka ini!
Ilustrasi darah. (Pixabay)

Suara.com - Hari Hemofilia Sedunia jatuh pada hari ini, Jumat 17 April 2020. Hari Hemofilia Sedunia ini digagas oleh The World Federation of Hemophilia (WFH), badan dunia yang sudah berdiri sejak 1963 dan diakui resmi oleh WHO.

Hemofilia merupakan kelainan pendarahan bawaan, yang mana darah tidak membeku dengan baik. Kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan spontan dan perdarahan setelah cedera atau operasi.

Orang dengan hemofilia memiliki kadar faktor VIII (8) atau faktor IX (9) yang rendah. Tingkat keparahan hemofilia pada seseorang pun ditentukan oleh jumlah faktor dalam darah.

Bila semakin rendah jumlah faktor, maka semakin besar kemungkinan terjadinya perdarahan yang menyebabkan masalah kesehatan serius.

Dalam kasus yang jarang terjadi dilansir oleh CDC, seseorang dapat mengembangkan hemofilia di kemudian hari. Sebagian besar kasus, hemofilia menyerang orang setengah baya atau usia lanjut dan wanita muda yang baru melahirkan atau tahap akhir kehamilan.

Ilustrasi darah. (Pixabay)
Ilustrasi darah. (Pixabay)

Ada beberapa jenis hemofilia, tetapi dua jenis berikut ini adalah yang paling umum.

1. Hemofilia A (Hemofilia Klasik)
Jenis ini disebabkan oleh kurangnya atau penurunan faktor pembekuan VIII.
2. Hemofilia B (Penyakit Natal)
Jenis ini disebabkan oleh kurangnya atau penurunan faktor pembekuan IX.

Penyebab hemofilia

Saat berdarah, tubuh biasanya akan menyatukan sel-sel darah lalu membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan. Proses pembekuan ini didorong oleh partikel darah tertentu.

baca juga

Kemudian dilansir oleh mayoclinic.org, hemofilia akan terjadi ketika Anda memiliki kekurangan dalam salah satu faktor pembekuan ini.

Ilustrasi (FreeDigitalPhotos/Mack2 Happy)
Ilustrasi (FreeDigitalPhotos/Mack2 Happy)

Ada beberapa jenis hemofilia yang merupakan riwayat genetik. Namun, sekitar 30 persen orang dengan hemofilia tidak memiliki riwayat genetik dalam keluarga. Pada orang-orang inilah perubahan tak terduga bisa terjadi pada salah satu gen yang terkait dengan hemofilia.

Sedangkan, hemofilia yang berasal dari kondisi langka terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang faktor pembelkuan dalam darah.

Kondisi tersebut biasanya dikaitkan dengan kehamilan, autoimun, kanker dan sklerosis multipel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lidah Pria ini Mendadak Hitam dan Bengkak, Ternyata Tanda Hemofilia!

Lidah Pria ini Mendadak Hitam dan Bengkak, Ternyata Tanda Hemofilia!

Health | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 18:03 WIB

Kulit Bayi Mudah Memar dan Bengkak saat Merangkak, Waspada Hemofilia

Kulit Bayi Mudah Memar dan Bengkak saat Merangkak, Waspada Hemofilia

Health | Kamis, 04 April 2019 | 16:30 WIB

Alasan Hemofilia Lebih Banyak Menyerang Anak Lelaki

Alasan Hemofilia Lebih Banyak Menyerang Anak Lelaki

Health | Kamis, 04 April 2019 | 15:17 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×