Tahukah Anda Ada 2 Jenis Kekebalan Tubuh Pada Manusia? Kenali Bedanya!

M. Reza Sulaiman, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 21 April 2020 | 17:05 WIB
Tahukah Anda Ada 2 Jenis Kekebalan Tubuh Pada Manusia? Kenali Bedanya!
Ilustrasi sel-sel kekebalan tubuh (Shutterstock).

Suara.com - Tahukah Anda Ada 2 Jenis Kekebalan Tubuh Pada Manusia? Kenali Bedanya!

Pandemi virus Corona Covid-19 belum juga berakhir. Satu-satunya cara yang paling aman untuk melawan virus corona Covid-19 adalah menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Ketika pasien virus corona Covid-19 sembuh, itu bukan berarti mereka menjadi lebih kebal dan tidak akan terinfeksi virus lagi.

Lalu, bagaimana orang lebih kebal terhadap suatu penyakit?

Seseorang akan menjadi kebal terhadap suatu penyakit tertentu melalui antibodi atau protein yang diproduksi oleh tubuh. Antibodi ini bisa menghancurkan atau menetralkan racun atau pembawa penyakit lainnya.

Tetapi, antibodi ini khusus untuk penyakit tertentu. Karena itu, beberapa orang mungkin tidak memiliki kekebalan terhadap virus corona Covud-19.

Dilansi oleh Times of India, kekebalan tubuh terbagi menjadi 2 kategori, yakni kekebalan aktif dan pasif. Perbedaan dua jenis kekebalan itu tergantung pada fungsinya mencegah penyakit.

Ilustrasi sistem kekebalan tubuh (Pixabay)
Ilustrasi sistem kekebalan tubuh (Pixabay)

Kekebalan aktif

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kekebalan aktif dikembangkan ketika paparan organisme penyakit memicu sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi untuk penyakit itu.

baca juga

Hal itu bisa terjadi dalam dua cara, yakni melalui infeksi dengan penyakit yang disebut kekebalan alami atau melalui vaksinasi yang disebut imunitas yang diinduksi vaksin.

Kekebalan aktif tidak langsung dan bisa memakan waktu beberapa minggu untuk berkembang untuk berkembang. Karena itulah, sebagian besar dokter merekomendasikan untuk mendapatkan suntikan vaksin sebelum musim flu.

Namun, ada lebih banyak penelitian yang diperlukan dalam konteks kekebalan terhadap corona Covid-19. Sementara kekebalan yang disebabkan oleh vaksin masih diragukan, karena sejauh ini para peneliti hanya melihat kekebalan tubuh dari orang yang sudah pulih dari corona Covid-19.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini masih belum diketahui orang yang sebelumnya terinfeksi virus corona Covid-19 bisa terinfeksi ulang atau tidak. Selain itu, belum diketahui pula jenis kekebalan tubuh yang mereka miliki untuk melawan virus.

Kekebalan pasif

Sementara itu, kekebalan pasif terjadi ketika seseorang diberi antibodi. Hal ini terjadi di dalam rahim atau melalui produk darah yang mengandung antibodi, seperti globulin imun.

Keuntungan utama dari imunitas pasif adalah bisa memberikan perlindungan segera. Tetapi, pasif tidak berlangsung selama imunitas aktif dan kehilangan efektivitasnya dalam beberapa minggu dan bulan.

Imunitas pasif juga bisa membantu dalam menangani corona Covud-19. Hal ini bisa dilakukan melalui penggunaan serum atau plasma darah yang dikumpulkan yang sebelumnya telah pulih dari corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona RI Selasa: Ada 95 Pasien Sembuh, Meninggal 26 Orang

Update Corona RI Selasa: Ada 95 Pasien Sembuh, Meninggal 26 Orang

News | Selasa, 21 April 2020 | 16:22 WIB

Tewas Gantung Diri di Kamar Kos, JT Diduga di PHK Sejak Sebulan Lalu

Tewas Gantung Diri di Kamar Kos, JT Diduga di PHK Sejak Sebulan Lalu

News | Selasa, 21 April 2020 | 16:17 WIB

Penasihat Trump: China Tahan Data Virus Corona Demi Keuntungan Komersial

Penasihat Trump: China Tahan Data Virus Corona Demi Keuntungan Komersial

News | Selasa, 21 April 2020 | 16:11 WIB

Terkini

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:04 WIB

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:02 WIB

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Health | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:19 WIB

×