Terisolasi karena Pandemi Covid-19, Ini Curhat Pengidap Gangguan Makan

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Senin, 27 April 2020 | 11:12 WIB
Terisolasi karena Pandemi Covid-19, Ini Curhat Pengidap Gangguan Makan
Ilustrasi pengidap gangguan makan [shutterstock]

Suara.com - Terisolasi karena Pandemi Covid-19, Ini Curhat Pengidap Gangguan Makan

Berada di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus corona telah membawa perubahan besar bagi banyak orang. Terutama bagi mereka yang memiliki gangguan makan, akan sangat sulit bagi mereka untuk pulih.

Seperti yang dirasakan Allison Caswell yang sudah menjalani pemulihan dari gangguan makan selama 12 tahun. Awalnya ia merasa hal ini tidak akan menjadi masalah baginya.

Akan tetapi ketika ia berbelanja ke pasar swalayan dan tak menemukan makanan favoritnya, hal ini memicu kecemasan dan rasa takut di dalam dirinya.

British Journal of Psychiatry menyatakan bahwa anoreksia nervosa adalah salah satu gangguan mental dengan tingkat kematian yang tinggi. Sementara beberapa studi mengatakan bahwa mereka yang mengalami gangguan makan juga mengalami kecemasan dan depresi.

Tentunya dengan adanya pandemi virus corona yang mengganggu rutinitas dan membatasi interaksi sosial, risikonya meningkat bagi mereka yang dari awal sudah sangat rentan.

Banyak yang beralih ke internet untuk mencari dukungan dan komunitas di waktu-waktu yang tidak pasti ini, demikian dilaporkan Time.

Untuk beberapa, hal ini efektif. Tapi untuk yang lainnya, terutama yang sedang dalam pemulihan, hal ini bisa jadi bumerang.

Berada di dalam rumah dan hanya mengandalkan interaksi online dapat menjadi pemicu di waktu yang sudah sulit. Menurut Katie Olaskiewicz, yang baru saja pulih dari gangguan makan, hal ini jadi pedang bermata dua.

baca juga

Baginya, internet mungkin tempatnya berkumpul dengan komunitas body positive atau orang yang juga melalui pemulihan, dan lain-lain, kini juga menjadi tempat orang-orang becanda mengenai ukuran tubuhnya.

"Orang-orang becanda bahwa mereka kini tak bisa berolahraga atau mereka banyak makan atau mereka bilang bakal jadi gemuk, hal-hal seperti itu. Ini sangat mengubah caraku bermain media sosial," katanya.

Ilustrasi dampak gangguan makan. [Shutterstock]
Ilustrasi dampak gangguan makan. [Shutterstock]

Sebagai respons, Olaskiewicz mengkurasi laman media sosialnya dengan akun-akun yang mengarah ke pemulihan dan meng-unfollow akun yang toxic atau membuat candaan yang akan membuatnya kambuh.

Ia juga melakukan sesi terapi virtual dan telah menjadwalkan panggilan video tiap malam dengan saudara laki-lakinya dan ponakan berusia dua tahun, sebuah ritual yang ia bilang dapat mengendalikannya dan merawat dirinya sendiri.

Alyssa McKeeman, seorang terapis gangguan makan mengatakan bahwa isolasi adalah hal besar untuk para pengidap gangguan makan.

"(Para pengidap) harus berjuang dalam diam dan kesendirian, sehingga sangat penting untuk menghubungi teman dan orang-orang yang mengetahui soal pemulihan Anda yang akan mendukung Anda," tuturnya.

Ia menyarankan bila yang sudah memiliki tim pengobatan atau support system untuk tetap berkontak dekat meskipun secara online atau lewat telepon.

"Aku pikir ada banyak sumber online gratis yang bagus kini karena mereka menggunakan format terapi grup per orang. Anda bisa berkoneksi dengan orang-orang yang memiliki perjuangan sama dengan Anda," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Kasus Keracunan Disinfektan Meningkat Selama Pandemi Covid-19!

Duh, Kasus Keracunan Disinfektan Meningkat Selama Pandemi Covid-19!

Health | Senin, 27 April 2020 | 10:21 WIB

Permintaan Obat Antidepresan dan Anti-Kecemasan Meningkat Selama Pandemi

Permintaan Obat Antidepresan dan Anti-Kecemasan Meningkat Selama Pandemi

Health | Senin, 27 April 2020 | 08:15 WIB

Kota New York bak Kota Mati saat Pandemi Covid-19

Kota New York bak Kota Mati saat Pandemi Covid-19

Video | Senin, 27 April 2020 | 09:05 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×