Berpelindung Lengkap, Para Pemburu Virus Mendeteksi Pandemi Selanjutnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 27 April 2020 | 15:53 WIB
Berpelindung Lengkap, Para Pemburu Virus Mendeteksi Pandemi Selanjutnya
Kelelawar vampir (Shutterstock)

Suara.com - Pemburu virus akan memakai perlindungan lengkap sebelum memasuki gua penuh kelelawar. Sekelompok kecil ilmuwan akan mengenakan hazmat, masker wajah, dan sarung tangan tebal untuk menutupi setiap inci kulit mereka.

Kontak dengan kotoran atau urin kelelawar bisa membuat mereka terkena virus yang paling mematikan di dunia, lapor CNN Internasional.

Mereka juga melengkapi diri dengan lampu depan serta mamasang jala di pintu masuk di gua batu kapur di Provinsi Yunnan, barat daya China.

Kemudian, mereka dengan sabar menunggu senja. Ketika matahari terbenam, ribuan kelelawar terbang keluar dari gua, tapi akan langsung masuk ke jala mereka.

Para ilmuwan mengumpulkan jala dan secara hati-hati meletakkan kelelawar untuk tidur dengan anestesi ringan, kemudian mengekstraksi darah dari vena di sayap mereka.

"Kami juga melakukan swab oral dan feses, dan mengumpulkan kotoran," jelas Peter Daszak, pemimpin EcoHealth Alliance, sebuah LSM Amerika yang berspesialisasi dalam mendeteksi virus baru dan pencegahan pandemi.

Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]
Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]

Daszak adalah pemburu virus. Selama 10 tahun terakhir, ia telah mengunjungi lebih dari 20 negara untuk mencegah pandemi berikutnya dengan mencari gua kelelawar untuk menemukan patogen baru. Lebih khusus lagi, virus corona baru.

Temuan Daszak dan yang lainnya, menginformasikan perpustakaan open-source semua virus hewan yang dikenal, dari mana para ilmuwan dapat memperkirakan strain mana yang paling mungkin menyebar ke manusia, untuk menyiapkan dunia bagi pandemi baru seperti Covid-19.

"Kami (telah) mengumpulkan lebih dari 15.000 sampel kelelawar, yang mengarah pada identifikasi sekitar 500 virus corona jenis baru," katanya.

Salah satu dari mereka, yang ditemukan di sebuah gua di China pada 2013, adalah kemungkinan 'nenek moyang' Covid-19.

Kelelawar dan manusia

Asia Tenggara dan China menjadi perhatian khusus karena sebagian besar populasi mereka melakukan kontak rutin dengan satwa liar, dengan berburu, menjualnya di pasar basah dan memakannya, menurut Daszak.

Setelah menganalisis sampel darah orang yang tinggal di dekat gua kelelawar di Kabupaten Jinning, Provinsi Yunnan pada 2015, tim Daszak menemukan 3% dari warga memiliki antibodi virus yang biasanya hanya ditemukan pada kelawar. Artinya, mereka telah terpapar sejak lama.

"Mereka mungkin secara tidak sadar telah menularkan patogen ini dan pulih atau hanya memiliki beberapa sel tubuh yang terinfeksi."

Tapi, untuk 'melompat' ke manusia, virus corona harus dapat mengikat reseptor sel mereka, yang biasanya membutuhkan inang hewan perantara. Bisa berupa musang, unta, trenggiling, atau mamalia lain yang terkait erat dengan manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gadis Pingsan di Jalanan Dikira Kena Corona, Ternyata Baru Diputusin Pacar

Gadis Pingsan di Jalanan Dikira Kena Corona, Ternyata Baru Diputusin Pacar

News | Senin, 27 April 2020 | 15:48 WIB

Perawat dan Keluarganya Isolasi Diri Usai Gadis PDP Corona Meninggal

Perawat dan Keluarganya Isolasi Diri Usai Gadis PDP Corona Meninggal

Banten | Senin, 27 April 2020 | 15:42 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Senin, 27 April 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Senin, 27 April 2020

Video | Senin, 27 April 2020 | 15:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB