Hubungan Perubahan Iklim, Kesehatan & Pengaruhnya Terhadap Pandemi Covid-19

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Selasa, 28 April 2020 | 14:11 WIB
Hubungan Perubahan Iklim, Kesehatan & Pengaruhnya Terhadap Pandemi Covid-19
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Jauh sebelum pandemi Covid-19 terjasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melacak dan menganalisis bagaimana perubahan iklim berdampak pada kesehatan masyarakat.

Dalam sebuah wawancara dengan Margaret Brennan dalam program Face the Nation, Kepala program Perubahan Iklim dan Kesehatan di WHO Diarmid Campbell-Lendrum, mengatakan polusi udara adalah salah satu masalah terparah yang kita hadapi seluruh dunia.

Polusi udara meningkatkan risiko penyakit lain, seperti penyakit jantung dan masalah pernapasan, sesuatu yang berdampak langsung pada mereka yang menderita Covid-19.

Campbell-Lendrum mencatat, walaupun perubahan iklim tidak menyebabkan virus corona, jika manusia ingin mengurangi kemungkinan pandemi berikutnya, maka harus mulai lebih memerhatikan lingkungan alam.

Jakarta juga terpapar kondisi perubahan iklim ini [PLOS One].
Jakarta juga terpapar kondisi perubahan iklim ini [PLOS One].

Berikut dampak lain dari perubahan iklim pada kesehatan masyarakat di seluruh dunia, dilansir Eco Watch:

1. Polusi udara membunuh 7 juta orang per tahun di seluruh dunia

Sekitar 9 dari 10 orang di seluruh dunia menghirup udara tercemar. Menurut WHO, sepertiga dari kematian akibat stroke, kanker paru-paru, dan ada beberapa bukti yang muncul dari wabah Covid-19 menunjukkan orang yang tinggal di daerah dengan polusi udara lebih tinggi, lebih mungkin terinfeksi virus.

2. Kulitas udara telah meningkat karena wabah virus corona

Secara tidak langsung wabah virus corona menyebabkan penurunan polusi udara. Di Amerika Serikat bagian timur laut, polusi udara turun 30% pada Maret, dan negara-negara seperti China serta Italia telah mengalami penuruan yang serupa.

baca juga

"Apa yang ingin diperjelas adalah kita harus mencoba dan mempertahankan beberapa keuntungan ini ketika kita keluar dari krisis Covid-19," jelasnya.

3. Sebesar 70% penyakit menular dunia berasal dari lingkungan, dengan banyak dari kontak hewan ke manusia

"Jadi, sangat jelas bahwa kerusakan yang kita lakukan terhadap dunia membuatnya lebih mungkin bahwa penyakit ini akan muncul," jelasnya.

Bukti menunjukkan bahwa Covid-19 adalah peristiwa zoonosis yang 'melompat' dari hewan ke manusia. Banyak penyakit menular, seperti SARS dan MERS, ditularkan oleh hewan ke kontak menusia juga.

"Jadi ketika kita merusak lingkungan alam, ketika kita mengeksploitasinya secara berlebihan, dan kemudian ketika kita tidak memantau apa yang terjadi pada infeksi pada satwa liar dan infeksi pada hewan domestik dan infeksi pada manusia, kita pada dasarnya membiarkan diri kita terbuka terhadap risiko (penyakit)," sambungnya.

Ilustrasi Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

4. Perubahan iklim tidak menyebabkan wabah virus corona, tetapi dapat membantu menyebarkan pandemi dan penyakit di masa depan

Iklim yang menghangat dan meningkatnya variabilitas dalam pola cuaca di seluruh dunia membuatnya lebih mudah untuk menularkan penyakit dari negara mana pun.

Untuk mengurangi kemungkinan pandemi berikutnya, Campbell-Lendrum mengatakan kita harus mulai lebih berhati-hati terhadap planet kita.

"Kerusakan lingkungan secara keseluruhan tampaknya meningkatkan risiko epidemi masa lalu, pandemi ini dan juga potensi pandemi masa depan," lanjutnya.

Campbell-Lendrum dengan tepat mencatat bahwa krisis Covid-19 menunjukkan kurangnya kesiapan kita terhadap pandemi.

"Dalam banyak kasus kita masuk dengan beban pencemaran lingkungan yang sangat tinggi, seperti polusi udara. Kita harus berpikir, dapatkah kita menjaga beberapa keuntungan lingkungan yang kita lihat selama pandemi, seperti udara yang lebih bersih," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

×