Kain Warna Merah, Hitam, dan Biru Jadi Tanda Minta Tolong di Kolombia

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Selasa, 28 April 2020 | 14:23 WIB
Kain Warna Merah, Hitam, dan Biru Jadi Tanda Minta Tolong di Kolombia
Ilustrasi Kain (Instagram/@nickdepartee)

Suara.com - Walikota Soacha, Jose Carlos Saldarriaga berinisiatif agar warga memberi tanda ketika mengalami kesulitas saat lockdown. Kolombia sendiri telah memulai penguncian wilayah sejak 24 Maret lalu, di mana pemerintah melarang orang pergi ke luar rumah.

Melansir dari Aljazeera, orang-orang dianjurkan untuk menggantung kain berwarna merah ketika mereka kelaparan atau membutuhkan bantuan pangan. Sementara kain warna hitam menunjukkan bantuan atas kekerasan di rumah dan biru untuk bantuan medis.

"Kain merah adalah untuk menunjukkan kepada tetangga bagaimana satu sama lain hidup, sesuatu yang biasanya tidak terjadi. Ini memungkinkan semacam solidaritas dan dukungan dari tetangga mereka sambil menghadapi kelaparan yang mereka alami saat ini," kata Saldarriaga.

Setelah dia mengunggah ide itu di media sosial, mereka yang membutuhkan mulai menempatkan kain merah di luar pintu depan rumah. Fenomena itu menyebar ke bagian lain dari Bogota sebelum mendapatkan daya tarik nasional.

Noelia Casas (34) yang mengelola pusat komunitas Casa B, mengatakan bahwa komunitas tersebut telah membantu lebih dari 200 keluarga. Sayangnya sumber daya yang mereka miliki masih sangat terbatas. 

"Kebutuhan semakin memburuk setiap hari. Kami memiliki banyak orang yang meminta bantuan," kata Casas.

"Sulit untuk mengatakan 'tidak' pada beberapa orang, tapi kami tidak punya sumber daya cukup untuk semua orang, ada begitu banyak ketimpangan di Kolombia," tambahnya.

Bogota, Kolombia (shutterstock)
Bogota, Kolombia (shutterstock)

Saat pandemi, orang tidak hanya membutuhkan pangan namun juga perlindungan atas kekerasan dan perawatan medis.

"Kain hitam berarti bahwa ada kekerasan yang sedang terjadi di rumah, dan kain biru adalah ketika bantuan medis diperlukan," kata John Orlando, Direktur Aksi Melawan Kelaparan Kolombia.

baca juga

"Kebutuhan akan terus berlanjut dan pasti meningkat dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," imbuhnya.

Meskipun banyak warga yang telah menggantung kain warna merah di luar jendela, beberapa mengatakan mereka masih belum menerima bantuan apapun.

"Kami memasangnya 20 hari yang lalu tetapi tidak ada hasilnya," kata Leidy Olaya, seorang warga yang tinggal di lingkungan miskin Giradot.

"Situasinya sudah sulit untuk kita hidup sehari-hari," kata Francy Olaya, ibu dari Leidi Olaya.

"Sedikit tabungan yang kita miliki sudah habis. Kita tidak punya apa-apa dan pemerintah tidak mengerti," tambahnya.

Sementara itu, per Selasa (28/4/2020), Kolombia memiliki 5.597 kasus dengan tingkat kematian mencapai 253 jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Estrogen dan Hormon Perempuan Diduga Dapat Menolong Pasien Covid-19 Lelaki

Estrogen dan Hormon Perempuan Diduga Dapat Menolong Pasien Covid-19 Lelaki

Health | Selasa, 28 April 2020 | 13:39 WIB

Tekan Penyebaran Covid-19, BPJamsostek Terapkan Layanan Tanpa Kontak Fisik

Tekan Penyebaran Covid-19, BPJamsostek Terapkan Layanan Tanpa Kontak Fisik

Bisnis | Selasa, 28 April 2020 | 13:37 WIB

Kegiatan Vitalia Sesha di Rutan Pondok Bambu Saat Pandemi Corona

Kegiatan Vitalia Sesha di Rutan Pondok Bambu Saat Pandemi Corona

Entertainment | Selasa, 28 April 2020 | 13:32 WIB

Terkini

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×