Estrogen dan Hormon Perempuan Diduga Dapat Menolong Pasien Covid-19 Lelaki

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Selasa, 28 April 2020 | 13:39 WIB
Estrogen dan Hormon Perempuan Diduga Dapat Menolong Pasien Covid-19 Lelaki
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Dilansir dari NY Times, sejumlah studi banyak menyoroti posisi lelaki yang lebih berisiko tinggi terinfeksi Covid-19. Perempuan, di lain sisi, lebih jarang sakit parah dan lebih mungkin sembuh. Banyak yang bertanya-tanya, apakah mungkin ini karena perempuan memiliki estrogen dan hormon seks lainnya?

Beberapa ilmuwan mulai mengetes apakah hal ini memang benar. Sejumlah dokter di Long Island, New York, mencoba merawat pasien Covid-19 dengan estrogen yang bertujuan untuk meningkatkan sistem imun mereka.

Yang lainnya akan mencoba untuk merawat pasien lelaki dengan hormon lain, progesterone, yang banyak ditemukan pada perempuan. Hormon ini memiliki sifat antiinflamasi dan berpotensial mencegah reaksi berlebih yang berbahaya pada sistem imun.

Perbedaan jenis kelamin dalam angka kesembuhan virus corona menjadi sangat jelas di tengah pandemi ini. Banyak ilmuwan yang menyebutkan perbedaan imunitas pada kedua jenis kelamin juga berpengaruh.

Disebutkan, lelaki lebih sering merokok di mana saja dan jarang mencuci tangan. Sementara perempuan memiliki sistem imun yang lebih kuat.

Riset telah menunjukkan bahwa estrogen mungkin memiliki efek pada protein yang dikenal sebagai angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Virus vorona menggunakan reseptor protein ini di permukaan sel sebagai pintu masuk.

Kathryn Sandberg, direktur Center for the Study of Sex Differences in Health, Aging and Disease at Georgetown University, mengatakan bahwa ACE2 dikelola dengan berbeda pada lelaki dan perempuan.

Pada studi menggunakan tikus, dr. Sandberg dan rekannya menunjukkan bahwa estrogen dapat menurunkan tekanan protein ACE2 di ginjal mereka, sehingga mungkin bahwa hormon bisa menurunkan tekanan ACE2 di lelaki juga.

Peneliti lain, dr. Sharon Nachman, mengatakan bahwa bisa jadi mereka belum memahami cara kerja estrogen, namun bisa dilihat pada pasien.

baca juga

Ia menambahkan, estrogen memiliki peran kompleks, baik pada respons imun yang dapat membantu membersihkan infeksi virus, dan juga memperbaiki respons yang bisa berubah menjadi badai sitokin.

"Pada perempuan yang terinfeksi, respons mereka berbeda. Kita melihat bahwa sedikit dari mereka mengalami peran yang kedua, respons imun yang tak teratur," jelasnya.

Para peneliti di Los Angeles menaruhkan harapan mereka pada progesteron ketimbang estrogen karena riset menujukkan hormon tersebut memproduksi sel-sel imun pro-inflamasi untuk melawan inflamasi.

Hipotesisnya, progesteron akan mencegah reaksi berlebihan yang berbahaya dari sistem imun, yang disebut badai sitokin, dan akan mengurangi kemungkinan terjadinya acute respiratory distress syndrome (ARDS).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah  Tenkes Rawat Pasien Covid-19, Hanya Bisa Melepas Rindu Lewat Gawai

Kisah Tenkes Rawat Pasien Covid-19, Hanya Bisa Melepas Rindu Lewat Gawai

Health | Selasa, 28 April 2020 | 02:30 WIB

Update Corona Global 27 April: Tak Ada Lagi Pasien Covid-19 di RS Wuhan

Update Corona Global 27 April: Tak Ada Lagi Pasien Covid-19 di RS Wuhan

Health | Senin, 27 April 2020 | 09:14 WIB

Keren, Robot Anjing Ini jadi Perantara Tim Medis dan Pasien Covid-19

Keren, Robot Anjing Ini jadi Perantara Tim Medis dan Pasien Covid-19

Tekno | Minggu, 26 April 2020 | 10:11 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×