Studi: Sering Minum Kopi Dapat Memengaruhi Indra Perasa

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Rabu, 29 April 2020 | 16:11 WIB
Studi: Sering Minum Kopi Dapat Memengaruhi Indra Perasa
Ternyata minum kopi tiap pagi bisa turunkan berat badan (shutterstock)

Suara.com - Banyak orang memulai hari dengan meminum secangkir kopi. Namun tahukah Anda? Kebiasaan sering minum kopi ini bisa mengubah indra perasa.

Hal ini ditunjukkan lewat sebuah studi dari Aarhus University, yang mengungkap bahwa kopi membuat seseorang lebih peka terhadap rasa manis.

Dilansir dari Medical Xpress, hasilnya baru saja diterbitkan dalam jurnal ilmiah Foods.

Dalam studi tersebut, 156 subjek uji diuji indra penciuman dan rasanya sebelum dan sesudah minum kopi. Para peneliti tidak menemukan perubahan pada indera penciuman mereka, tetapi mereka menemukan bahwa indra perasa terpengaruh.

"Ketika orang diuji setelah minum kopi, mereka menjadi lebih peka terhadap rasa manis, dan kurang peka terhadap rasa pahit," kata associate professor di Universitas Aarhus Alexander Wieck Fjældstad, yang terlibat dalam melakukan penelitian.

Untuk mengesampingkan kemungkinan bahwa kafein dalam kopi bisa menjadi faktor, para peneliti mengulangi percobaan menggunakan kopi tanpa kafein. Hasilnya pun sama.

Ini yang bikin mata melek selama bekerja
Ini yang bikin mata melek selama bekerja

"Mungkin beberapa zat pahit dalam kopi yang menciptakan efek ini," kata Alexander Wieck Fjældstad.

Temuan ini mungkin menjelaskan bahwa jika seseorang menikmati sepotong cokelat hitam dengan kopi, rasanya jauh lebih ringan karena kepahitan kalah oleh rasa manis.

Menurut peneliti, studi ini menyoroti aspek baru pengetahuan kita tentang indra penciuman dan rasa.

Baca Juga: Ahli Ragukan Terapi Hormon pada Pasien Corona Covid-19, Mengapa?

Menurut Alexander Wieck Fjældstad, hasilnya mungkin memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja selera kita.

"Lebih banyak penelitian di bidang ini dapat memiliki arti penting untuk bagaimana kita mengatur cara kita menggunakan gula dan pemanis sebagai bahan tambahan makanan," ungkapnya.

Pengetahuan yang meningkat berpotensi dimanfaatkan untuk mengurangi gula dan kalori dalam makanan kita , yang akan bermanfaat bagi sejumlah kelompok. Termasuk mereka yang kelebihan berat badan dan pasien diabetes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI