Tes Darah Eksperimental Ini bisa Deteksi Kanker yang Tidak Bergejala!

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Kamis, 30 April 2020 | 14:47 WIB
Tes Darah Eksperimental Ini bisa Deteksi Kanker yang Tidak Bergejala!
Ilustrasi tes darah. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah tes darah eksperimental diketahui dapat mendeteksi kanker pada wanita yang tidak mengalami gejala penyakit. Tes ini juga dapat mendeteksi beberapa jenis kanker lainnya.

Tes yang dilakukan oleh tim dari Universitas Johns Hopkins ini merupakan langkah maju dalam perlombaan untuk mengembangkan tes darah yang efektif, tes yang dapat memberitahu orang-orang bahwa mereka mungkin menderita kanker jahu sebelum mereka mengalami gejala.

Saat ini, hanya ada beberapa jenis kanker yang dapat dideteksi.

Dilansir CNN Internasional, produk komersial dari tes ini masih bertahun-tahun lagi untuk dipasarkan dan mereka sedang bekerja untuk menyempurnakan tesnya, sebab banyak kanker yang tidak hanya ditemukan dengan tes darah.

Tetapi hasil penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa ada kemungkinan 'menyaring' orang yang mengidap beberapa jenis kanker sekaligus dengan tes darah.

Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)

Tim menguji sekitar 10.000 wanita tanpa gejala, dan responden yang positif diberi kombinasi PET dan CT Scan untuk mencari lokasi tumor.

Dari ribuan reponden tersebut, tim menemukan 26 kanker yang terdeteksi. Mereka menonfirmasi haslinya dengan PET/CT Scan.

Kanker yang terdeteksi termasuk jenis yang umumnya tidak diketahui sebelum penyakit sudah menyebar, karena kanker ini hanya menunjukkan gejala halus pada awalnya.

Temuan ini terbit di jurnal Science dan diberi nama biopsi cair, dapat mendeteksi kanker sebelum penderita sadar.

"Mereka tidak tahu bahwa mereka menderita kanker sebelum tes dilakukan," kata salah satu pemimpin studi, Bert Vogelstein.

Para responden pun dirawat karena penyakit mereka sebagai bagian dari penelitian.

"Dalam beberapa kasus, operasi dengan maksud untuk menyembuhkan dilakukan. Kami belum tahu bahwa pasien-pasien itu akan sembuh," sambungnya.

Enam dari responden menderita kanker ovarium, kanker yang sulit diobati dan umumnya tidak terdeteksi sampai kanker menyebar, kemudian menjadi mematikan.

Setetes darah di masa yang akan datang dapat mendeteksi kanker (Shutterstock)
Setetes darah di masa yang akan datang dapat mendeteksi kanker (Shutterstock)

"Kelangsungan hidup lima tahunnya diperkirakan 91%. Jika dia tidak terdeteksi sampai sudah ada metastasis (penyebaran), kelangsungan hidupnya diprediksi akan menjadi 26%," jelas Vogelstein.

Tetapi, tidak semua tes berhasil. Ada 70 wanita lainnya dalam percobaan didiagnosis menderita kanker yang tidak ditemukan dalam tes darah. Sebagai bagian dari uji coba, peneliti juga menyiapkan tes skrining kanker standar yaitu mammogram dan kolonoskopi.

Itulah sebabnya Vogelstein menekankan tes ini masih jauh untuk dipasarkan, karena baru langkah awal.

Sekarang tim sedang merancang uji coba yang lebih besar untuk menunjukkan kemajuan yang lebih baik, agar tes dapat bekerja tanpa terlalu banyak hasil positif palsu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Pasien Kanker Tiga Kali Berisiko Kematian Akibat Corona Covid-19

Studi: Pasien Kanker Tiga Kali Berisiko Kematian Akibat Corona Covid-19

Health | Kamis, 30 April 2020 | 12:24 WIB

Puasa Ramadan  Bagi Pengidap Kanker, Ternyata Bisa Mendorong Pengobatan

Puasa Ramadan Bagi Pengidap Kanker, Ternyata Bisa Mendorong Pengobatan

Health | Rabu, 29 April 2020 | 14:02 WIB

Minum Aspirin Turunkan Risiko Kanker, Tapi Ada Efek Jangka Panjangnya

Minum Aspirin Turunkan Risiko Kanker, Tapi Ada Efek Jangka Panjangnya

Health | Kamis, 23 April 2020 | 18:55 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB