Perbedaan Pengaruh Covid-19 pada Generasi Boomer hingga Gen-Z

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 30 April 2020 | 15:58 WIB
Perbedaan Pengaruh Covid-19 pada Generasi Boomer hingga Gen-Z
Ilustrasi tiga generasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tingkat kepedulian mengenai krisis virus corona Covid-19 di Amerika dan apa yang sebenarnya dikhawatirkan bisa sangat terkait dengan generasi. Sementara 90 persen dari semua orang Amerika menyatakan tingkat kepedulian yang tinggi tentang pandemi corona Covid-19, kekhawatiran spesifik mereka bervariasi.

Dialnsir dari Forbes, survei mingguan Engine Insights menemukan bahwa Milenial dan Generasi Z (Gen-Z) mengungkapkan kekhawatiran terendah tentang virus itu sendiri.

Tetapi ini bukan untuk mengatakan bahwa mereka tidak khawatir. Kesehatan anggota keluarga yang lebih tua, kesehatan mental pribadi mereka sendiri dan kesedihan atas hilangnya tonggak kehidupan adalah bidang utama yang menjadi perhatian bagi generasi termuda.

Masalah Kesehatan

Tentu saja, tidak ada yang mau menjadi korban Covid-19, tetapi Milenial dan Gen-Z tidak terlalu khawatir tertular virus itu sendiri. Mereka lebih khawatir orang yang mereka sayangi terutama orang yang lebih tua terkena virus ini.

"Generasi yang lebih muda mungkin tidak terlalu peduli dengan kesehatan mereka sendiri, tetapi menyuarakan keprihatinan untuk anggota keluarga yang lebih tua," kata peneliti, Kathy Sheehan.

Ilustrasi Lansia (Shutterstock)
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Generasi X dan Boomers, di sisi lain melaporkan lebih banyak kecemasan tentang virus.

"Kami melihat persentase Gen-X dan Boomer yang lebih tinggi menggambarkan diri mereka sangat peduli terhadap virus masing-masing 60 persen dan 63 persen," kata CEO Engine Insights Don Simons.

Generasi yang lebih tua mengindikasikan bahwa dibutuhkan lebih banyak untuk membuat mereka merasa yakin bahwa wabah Covid-19 terkendali.

baca juga

"Kami melihat persentase Gen X dan Boomer yang sedikit lebih tinggi mengatakan mereka perlu melihat vaksin dan Boomer secara signifikan lebih tinggi karena ingin melihat nol kasus," kata Simons.

Gen-X dan Boomers juga lebih mungkin mengharapkan periode jarak sosial yang lebih lama.

ilustrasi pengusaha muda [shutterstock]
ilustrasi pengusaha muda [shutterstock]

Masalah Kesehatan Mental

Tantangan kesehatan mental yang sudah menjadi topik besar bagi Milenial dan Gen-Z sebelum virus corona semakin diperkuat oleh krisis.

"Banyak anak muda berbicara tentang upaya yang mereka lakukan untuk tetap positif selama pandemi," catat Sheehan.

Salah satu responden Life Interrupt, Dani (15) mengungkapkan apa yang dirasakan banyak orang di generasinya.

"Kesehatan mental saya sebelum semua ini bukan yang terbaik. Saya memiliki masalah kesehatan mental yang parah, dan pandemi ini tidak membuatnya lebih baik," kata Dani.

Belum lagi kesedihan yang dirasakan banyak anak muda ketika mereka menyaksikan tonggak penting kehidupan seperti kelulusan, pesta ulang tahun, pernikahan, liburan dan banyak lagi bergulir tanpa dirayakan.

"Ritus peralihan tradisional sedang terganggu bagi banyak orang, rasa kehilangan ini lebih jauh berkontribusi pada pertempuran kesehatan mental yang dialami Milenial dan Gen-Z," kata Sheehan.

Bosan

Semua kegiatan rutin dipindah ke rumah, baik kelas maupun pekerjaan. Milenial dan Gen-Z mengatasi keluangan yang dipaksakan itu dalam berbagai cara.

"Semua anak muda berjuang sedikit dengan hari-hari yang tidak terstruktur," kata Sheehan.

"Kami melihat banyak contoh anak muda yang merangkul masa-masa ini dengan kreativitas dan ketangguhan, seperti belajar memasak, bermeditasi, belajar bahasa baru atau sekadar main TikTok," tambahnya.

Ilustrasi bosan di rumah aja. (Shutterstock)
Ilustrasi bosan di rumah aja. (Shutterstock)

Secara umum, generasi yang lebih tua mengalami lebih sedikit kebosanan, karena pekerjaan mereka cenderung lebih mudah diterjemahkan ke pengaturan pekerjaan jarak jauh.

"Generasi yang lebih tua, terutama Boomer tidak terlalu terpengaruh oleh pembatalan dan penutupan ketika ruang sosial," kata Simons.

"Boomer kemungkinan besar tidak mengalami penurunan pendapatan rumah tangga, 63 persen berbanding 43-47 persen untuk semua generasi lainnya," tambahnya.

Yang Dikhawatirkan Semua Generasi

Survei mencatat bahwa secara keseluruhan, semua generasi lebih peduli tentang kesehatan fisik dan mental anggota keluarga mereka daripada mereka sendiri.

Sementara setiap generasi mungkin mengalami pandemi dari perspektif yang berbeda, kesejahteraan keluarga tetap menjadi prioritas tertinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Warga Pendeglang Terjangkit Demam Berdarah saat Wabah Virus Corona

Ratusan Warga Pendeglang Terjangkit Demam Berdarah saat Wabah Virus Corona

Banten | Kamis, 30 April 2020 | 15:16 WIB

Produknya Jadi Angkutan Logistik Masa Pandemi, Hino Pastikan Hal Ini

Produknya Jadi Angkutan Logistik Masa Pandemi, Hino Pastikan Hal Ini

Otomotif | Kamis, 30 April 2020 | 15:15 WIB

Dilarang Mudik, PNS Hanya Bisa Cuti saat Corona dengan 3 Syarat Ini

Dilarang Mudik, PNS Hanya Bisa Cuti saat Corona dengan 3 Syarat Ini

News | Kamis, 30 April 2020 | 15:06 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×