Studi: Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan Sampai Dua Tahun ke Depan

Bimo Aria Fundrika | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Minggu, 03 Mei 2020 | 16:44 WIB
Studi: Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan Sampai Dua Tahun ke Depan
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Suara.com - Jangan Lengah, Studi Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan Sampai Dua Tahun ke Depan.

Para peneliti hingga kini masih terus berupaya untuk memghentikan pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, sebuah studi baru menyebutkan bahwa pandemi virus corona tidak akan bisa dikendalikan hingga dua per tiga populasi dunia memiliki imunitas terhadap penyakit ini.

Mereka juga menyebutkan bahwa negara-negara di dunia harus bersiap untuk kemungkinan terjadinya wabah berkala dalam dua tahun ke depan, demikian dilaporkan Fox News.

Bloomberg melaporkan adanya studi dari Center for Infectious Disease Research at the University of Minnesota mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan mengapa Covid-19 akan sangat menantang.

COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].
COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].

Di antaranya adalah munculnya teori bahwa mereka yang tidak memiliki gejala mungkin malah menjadi yang paling menular. Secara luas diketahui bahwa tanpa penanganan pasti seperti vaksin atau obat, pemerintah akan terus membatasi interaksi sosial.

Virus corona dianggap sangat menular dan sangat berbahaya bagi orang-orang lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Namun, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya sedang mengupayakan untuk membuka kembali negaranya.

Terkait hal itu, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID), Dr Anthony Fauci mengatakan bahwa dunia tidak akan kembali bisa 'normal' seperti dulu sebelum wabah.

"Jika Anda ingin kembali ke masa-masa sebelum adanya virus corona, sepertinya tidak akan mungkin terjadi dengan masih adanya ancaman."

Fauci mengatakan bahwa masyarakat perlu bersiap dengan adanya 'kemunculan kembali' di tahun depan. Itulah sebabnya para pejabat yang memerangi pandemi mendesak adanya vaksin dan uji klinis untuk intervensi terapeutik sehingga pada saat hal tersebut terjadi, kita sudah tak memerlukannya lagi.

Penulis studi tersebut juga mengatakan bahwa pandemi virus Corona Covid-19 masih dapat berlanjut dalam gelombang yang akan mencapai jauh hingga tahun 2022.

"Pesan komunikasi risiko dari pejabat pemerintah harus memasukkan konsep bahwa pandemi ini tidak akan segera berakhir dan bahwa masyarakat perlu dipersiapkan untuk kemungkinan kemunculan penyakit secara berkala selama dua tahun ke depan," tulis studi tersebut, menurut Bloomberg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Pasien Kanker Tiga Kali Berisiko Kematian Akibat Corona Covid-19

Studi: Pasien Kanker Tiga Kali Berisiko Kematian Akibat Corona Covid-19

Health | Kamis, 30 April 2020 | 12:24 WIB

Studi Baru: Perbedaan Gejala Covid-19 pada Pasien Dipengaruhi Oleh Genetik

Studi Baru: Perbedaan Gejala Covid-19 pada Pasien Dipengaruhi Oleh Genetik

Health | Selasa, 28 April 2020 | 09:23 WIB

Studi: 9 dari 10 Pasien Menggunakan Ventilator Dinyatakan Meninggal

Studi: 9 dari 10 Pasien Menggunakan Ventilator Dinyatakan Meninggal

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 18:02 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB