Didi Kempot Alami Henti Jantung, Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2020 | 10:53 WIB
Didi Kempot Alami Henti Jantung, Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?
Didi Kempot saat menghibur para sobat ambyar di Panggung Big Bang Festival Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12) malam. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pelantun tembang Pamer Bojo, Didi Kempot, meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pagi di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo. Dilaporkan Didi Kempot tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi henti jantung.

Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu Solo, dr Divan Fernandes mengatakan Didi Kempot tiba di rumah sakit dalam keadaan henti jantung pada pukul 07.25 WIB, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Pukul 07.25 WIB ke IGD dalam keadaan henti jantung. Sudah dilakukan pertolongan dengan maksimal. Tapi kondisinya tidak tertolong. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pukul 07.45 WIB," kata dr Divan melalui pesan WhatsApp dikutip dari Solopos.com (jaringan Suara.com).

Seperti yang Anda ketahui, henti jantung adalah kondisi serius juga disebut sebagai cardiac arrest atau sudden cardiac arrest (SCA), yakni kondisi di mana jantung tiba-tiba berhenti berdetak.

Kondisi ini bisa terjadi akibat kerusakan sistem elektrik internal, aritmia dan serangan jantung. Tetapi, banyak orang mungkin salah mengira henti jantung sama dengan serangan jantung.

Meskipun serangan jantung bisa menyebabkan henti jantung, tetapi keduanya adalah permasalahan yang berbeda.

Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Dilansir dari Heart.org, serangan jantung atau infark miokard adalah kematian jaringan otot jantung karena kehilangan pasokan darah. Kondisi ini terjadi disebabkan oleh penyumbatan yang menghentikan aliran darah ke jantung.

Serangan jantung juga bisa dipahami sebagai masalah sirkulasi. Serangan jantung juga termasuk masalah serius dan terkadang bisa menyebabkan kefatalan.

Sebaliknya, henti jantung artinya jantung telah berhenti berdetak. Henti jantung bisa terjadi ketika sistem kelistrikan jantung tidak berfungsi atau mengalami kerusakan.

Karena itu, fungsi jantung yang memompa darah ke organ vital lainnya berhenti ketika terjadi kerusakan sistem kelistrikan. Sampai akhirnya, kondisi ini disebut henti jantung.

Pada serangan jantung, kematian bisa terjadi cepat bila langkah yang dilakukan tidak tepat dan tidak segera mendapat pertolongan medis.

Kesehatan jantung. (Shutterstock)
Kesehatan jantung. (Shutterstock)

Sedangkan henti jantung juga bisa menyebabkan kematian bila penderita tidak segera mendapat pertolongan medis darurat. Orang dalam kondisi henti jantung membutuhkan tindakan CPR (resusitasi kardiopulmoner) dan defibrillator untuk mengejutkan jantung dan mengembalikan irama jantung normal dalam beberapa menit.

Karena, henti jantung juga bisa disebabkan oleh irama jantung yang tidak teratur atau disebut aritmia. Adapun aritmia umum yang berhubungan dengan henti jantung adalah fibrilasi ventrikel.

Fibrilasi ventrikel artinya bahwa bilik jantung yang lebih rendah tiba-tiba mulai berdetak tak berarturan dan tidak bisa memompa darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didi Kempot Dikenal Dermawan, Galang Dana untuk Pesinden Solo Korban Corona

Didi Kempot Dikenal Dermawan, Galang Dana untuk Pesinden Solo Korban Corona

Jawa Tengah | Selasa, 05 Mei 2020 | 10:52 WIB

Didi Kempot Meninggal, Tagar #SobatAmbyarBerduka Menggema di Medsos

Didi Kempot Meninggal, Tagar #SobatAmbyarBerduka Menggema di Medsos

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 10:48 WIB

Sendu, 5 Lokasi Ini Ternyata Jadi Latar Inspirasi Lagu Mendiang Didi Kempot

Sendu, 5 Lokasi Ini Ternyata Jadi Latar Inspirasi Lagu Mendiang Didi Kempot

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2020 | 10:45 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB