AS Sebut Punya Bukti China Sembunyikan Data Tingkat Keparahan Virus Corona

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 05 Mei 2020 | 13:58 WIB
AS Sebut Punya Bukti China Sembunyikan Data Tingkat Keparahan Virus Corona
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tentang perkembangan pandemi virus corona di Gedung Putih. [AFP]

Suara.com - Departemen Keamanan Dalam Negeri AS melaporkan pemerintah China telah secara sengaja menyembunyikan data keparahan kasus virus corona dari komunitas kesehatan internasional, serta menimbun barang impor dan menurunkan ekspor.

"China kemungkinan akan memangkas ekspor pasokan medisnya sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Januari bahwa Covid-19 adalah penularan," tulis dua pejabat administrasi AS, dikutip CNN Internasional.

Berdasarkan laporan yang ditemukan oleh mereka, menilai data ekspor dan impor awal tahun ini, diedarkan dalam pemerintah federal pada Jumat (1/5/2020).

Minggu sebelumya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo lebih dahulu mengklaim bahwa China telah berupaya menyembunyikan tingkat penyebaran virus corona, termasuk tingkat keparahan saat menimbun persediaan medis.

"Anda mendapatkan fakta yang hampir benar," kata Pompeo saat dwawancarai ABC 'This Week' mengenai apakah China secara sengaja menimbun persediaan medis sekaligus menyembunyikan keparahan Covid-19 di negara mereka.

Presiden AS Donald Trump memberikan update pandemi virus corona, 15 April 2020. [AFP]
Presiden AS Donald Trump memberikan update pandemi virus corona, 15 April 2020. [AFP]

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Partai Komunis China melakukan semua yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa dunia tidak belajar secara tepat waktu tentang apa yang terjadi," sambungnya.

Komentar ini dilontarkan Pompeo ketika pemerintahan Donald Trump merumuskan rencana jangka panjang untuk menghukum China di berbagai bidang untuk pandemi virus corona ini.

Administrasi Trump menyalahkan China atas penyebaran virus corona secara global karena kritik terhadap penanganan pandemi ini sendiri telah meningkat di negaranya.

Sebelumnya, sang presiden telah berulang kali meremehkan ancaman virus corona dan mengatakan bahwa wabah tidak akan menjadi masalah bagi AS, yang pada saat itu jelas sudah menyebar di seluruh dunia.

baca juga

Tidak hanya itu pejabat administrasi Trump juga sudah mendorong pasukan intelijen AS untuk menemukan asal-usul wabah virus corona sebenarnya, dalam mengejar teori yang belum terbukti bahwa pandemi terjadi karena keelakaan laboratoium di China.

Trump sendiri pada 30 April mengklaim dirinya telah melihat bukti Covid-19 berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, tetapi menolak memberikan rincian untuk mendukung pernyatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona Covid-19 Global 5 Mei 2020: 94% Pasien di China Sembuh

Update Corona Covid-19 Global 5 Mei 2020: 94% Pasien di China Sembuh

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 10:56 WIB

Meski Dekat China, Taiwan Jadi Negara Paling Sukses Kendalikan Corona

Meski Dekat China, Taiwan Jadi Negara Paling Sukses Kendalikan Corona

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 04:50 WIB

AS Klaim Punya Bukti, Inggris Minta China Transparan Soal COVID-19

AS Klaim Punya Bukti, Inggris Minta China Transparan Soal COVID-19

News | Senin, 04 Mei 2020 | 21:47 WIB

Terkini

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 07:25 WIB

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

×