Suara.com - Departemen Keamanan Dalam Negeri AS melaporkan pemerintah China telah secara sengaja menyembunyikan data keparahan kasus virus corona dari komunitas kesehatan internasional, serta menimbun barang impor dan menurunkan ekspor.
"China kemungkinan akan memangkas ekspor pasokan medisnya sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Januari bahwa Covid-19 adalah penularan," tulis dua pejabat administrasi AS, dikutip CNN Internasional.
Berdasarkan laporan yang ditemukan oleh mereka, menilai data ekspor dan impor awal tahun ini, diedarkan dalam pemerintah federal pada Jumat (1/5/2020).
Minggu sebelumya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo lebih dahulu mengklaim bahwa China telah berupaya menyembunyikan tingkat penyebaran virus corona, termasuk tingkat keparahan saat menimbun persediaan medis.
"Anda mendapatkan fakta yang hampir benar," kata Pompeo saat dwawancarai ABC 'This Week' mengenai apakah China secara sengaja menimbun persediaan medis sekaligus menyembunyikan keparahan Covid-19 di negara mereka.
![Presiden AS Donald Trump memberikan update pandemi virus corona, 15 April 2020. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/04/21/99258-donald-trump.jpg)
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Partai Komunis China melakukan semua yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa dunia tidak belajar secara tepat waktu tentang apa yang terjadi," sambungnya.
Komentar ini dilontarkan Pompeo ketika pemerintahan Donald Trump merumuskan rencana jangka panjang untuk menghukum China di berbagai bidang untuk pandemi virus corona ini.
Administrasi Trump menyalahkan China atas penyebaran virus corona secara global karena kritik terhadap penanganan pandemi ini sendiri telah meningkat di negaranya.
Sebelumnya, sang presiden telah berulang kali meremehkan ancaman virus corona dan mengatakan bahwa wabah tidak akan menjadi masalah bagi AS, yang pada saat itu jelas sudah menyebar di seluruh dunia.
Tidak hanya itu pejabat administrasi Trump juga sudah mendorong pasukan intelijen AS untuk menemukan asal-usul wabah virus corona sebenarnya, dalam mengejar teori yang belum terbukti bahwa pandemi terjadi karena keelakaan laboratoium di China.
Trump sendiri pada 30 April mengklaim dirinya telah melihat bukti Covid-19 berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, tetapi menolak memberikan rincian untuk mendukung pernyatannya.