CEK FAKTA: Vaksin Virus Corona untuk Anjing Bukti Konspirasi Covid-19

M. Reza Sulaiman

Rabu, 06 Mei 2020 | 07:10 WIB
CEK FAKTA: Vaksin Virus Corona untuk Anjing Bukti Konspirasi Covid-19
Cek Fakta: Vaksin Virus Corona untuk anjing. (Dok. Facebook)

Suara.com - CEK FAKTA: Vaksin Virus Corona untuk Anjing Bukti Konspirasi Covid-19

Ramai di media sosial tentang klaim konspirasi global terkait vaksin virus Corona Covid-19. Salah satu yang populer adalah unggahan yang menyebut vaksin virus Corona sudah ditemukan sejak 2001.

Foto yang diunggah memperlihatkan botol vaksin virus Corona untuk anjing, dengan label Canine Coronavirus Vaccine. Unggahan di Facebook ini dibagikan lebih dari 31 ribu kali.

"Ini dibuat tahun 2001 dan tanya kenapa 19 tahun kemudian mereka menyebut tidak ada vaksin (virus Corona -red) bagikan sebelum diturunkan," tulis pesan tersebut, dikutip dari laman Snopes.com, Selasa (5/5/2020)

Unggahan serupa juga ramai ditemukan di media sosial. Rata-rata mengatakan konspirasi global membuat vaksin yang sudah ada tidak digunakan dan akal-akalan industri obat untuk meraup kekayaan.

"Vaksin untuk anjing sudah ada namun manusia belum? Orang-orang, sadarlah!" tulis unggahan lainnya.

Penelusuran Suara.com

Berdasarkan situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini, Selasa (5/5/2020) belum ditemukan vaksin virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Para pemimpin dunia sepakat untuk bekerjasama mencari vaksin virus corona
Penelitian vaksin virus Corona. (Dok. BBC Indonesia)

Sejumlah penelitian memang sudah dilakukan, antara lain di Inggris, China, dan Amerika Serikat, namun belum ada satupun yang digunakan karena masih dalam tahap uji klinis.

baca juga

Terkait foto yang beredar, laman Merck Animal Health menyebut foto tersebut adalah vaksin Nobivac Canine 1-Cv. Benar vaksin digunakan untuk mengatasi virus Corona, tetapi hanya diperuntukkan bagi anjing.

"Vaksin diperuntukkan bagi anjing sehat dan membantu mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona anjing," tulisnya.

Laman CDC menyebut virus Corona atau coronavirus adalah sekelompok virus yang biasanya menyebabkan masalah pernapasan. Hingga saat ini, ada ratusan jenis virus Corona, dengan MERS, SARS, dan Covid-19 yang paling terkenal.

Infeksi virus Corona diketahui tidak selalu parah, dengan gejala umum adalah batuk, sesak napas, dan nyeri dada.

Tidak hanya manusia, virus Corona juga bisa menginfeksi hewan mulai dari anjing, kucing, sapi, babi, hingga kelelawar. Tentu saja pengobatan untuk tiap jenis penyakit berbeda-beda dan tidak sama.

Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

Itulah mengapa, CDC menyebut belum ada obat dan vaksin untuk SARS-CoV-2 ini karena merupakan virus Corona baru yang disebut berasal dari Wuhan, China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah 67 Karyawan Indogrosir Jogja Positif Covid-19?

CEK FAKTA: Benarkah 67 Karyawan Indogrosir Jogja Positif Covid-19?

Jogja | Selasa, 05 Mei 2020 | 13:55 WIB

Vaksin Covid-19 Dinilai Dapat Selesai dalam 18 Bulan, Apakah Realistis?

Vaksin Covid-19 Dinilai Dapat Selesai dalam 18 Bulan, Apakah Realistis?

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 14:25 WIB

Klaim Temukan Vaksin Covid-19, Israel Masuk Tahap Pengembangan Komersial

Klaim Temukan Vaksin Covid-19, Israel Masuk Tahap Pengembangan Komersial

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 13:48 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB